Building Sustainable Tourism in the Serayu Motion Dam Area: A Strategic Review through SWOT Analysis
DOI:
https://doi.org/10.32734/lwsa.v9i2.2871Keywords:
Bendungan gerak serayu, SWOT, wisata, lingkunganAbstract
Kawasan Bendungan Gerak Serayu sedang mengalami transformasi untuk meningkatkan efisiensi sumber daya dan kesehatan masyarakat dengan mengurangi dampak lingkungan. Hal ini mencakup penerapan model ekonomi hijau, yang meliputi investasi sumber daya dan pengurangan emisi untuk mencegah kerusakan ekologi. Pariwisata berkelanjutan sangat penting untuk melestarikan warisan budaya komunitas lokal sambil mengatasi tantangan lingkungan. Petani di wilayah ini meningkatkan perekonomian keluarga mereka dengan memanfaatkan pranoto mongso dan meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan pariwisata. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi inisiatif pariwisata berkelanjutan di kawasan Bendungan Serayu Motion menggunakan analisis SWOT. Hasil skor IFE menunjukkan bahwa kekuatan wilayah ini meliputi keindahan alam yang unik, perannya ganda sebagai pengelola air dan pembangkit listrik, serta potensi untuk ekowisata. Kelemahan utama adalah manajemen yang kurang memadai, sedangkan peluang utama terletak pada peningkatan infrastruktur transportasi. Kekhawatiran utama adalah persaingan dari destinasi pariwisata alternatif. Situs pariwisata Bendungan Serayu terletak di kuadran V, menunjukkan posisi organisasional yang moderat dengan pendekatan “Hold and Maintain”. Strategi yang dirumuskan dari analisis SWOT mencakup integrasi aset budaya lokal dengan inisiatif pariwisata berkelanjutan, memanfaatkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur, memperkuat sistem pendukung pariwisata, mengadvokasi keberlanjutan melalui pendidikan dan pelatihan, bersaing dengan resor pesaing, dan memperbaiki manajemen bidang profesional untuk mengurangi dampak lingkungan.
The Serayu Motion Dam area is being transformed to enhance resource efficiency and public health by mitigating environmental concerns. This entails the implementation of a green economy model, encompassing resource investment and emission reduction to avert ecological damage. Sustainable tourism is essential for preserving the cultural heritage of the local community while addressing environmental challenges. Farmers in the region are augmenting their family economies by utilising pranoto mongso and increasing income through tourism management. This study seeks to identify sustainable tourism initiatives in the Serayu Motion Dam area utilising a SWOT analysis. The IFE score results indicate that the region's strengths encompass distinctive natural beauty, its dual role as a water manager and power plant, and potential for ecotourism. The principal deficit is insufficient management, whereas the principal opportunity is in enhancing transportation infrastructure. The primary concern is competition from alternative tourism destinations. The Serayu Dam tourism site is situated in quadrant V, indicating a modest organisational position characterised by a Hold and Maintain approach. The strategies formulated from the SWOT analysis encompass the integration of local cultural assets with sustainable tourism initiatives, utilising governmental support to improve infrastructure, augmenting tourism support systems, advocating for sustainability through education and training, competing with rival resorts, and refining professional domain management to alleviate environmental impacts.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.