Usulan Penjadwalan Produksi Dengan Algoritma Ant Colony (Studi Kasus PT. KLM Medan)
DOI:
https://doi.org/10.32734/ee.v2i3.760Keywords:
Penjadwalan Produksi, Algoritma Ant Colony, Makespan, Shortest Processing Time (SPT), ParameterAbstract
Algoritma Ant Colony adalah suatu metauristik yang menggunakan teknik semut dengan kombinasi permasalahan secara optimal atau secara komunikasi semunt yang menggunakan alat penciuman untuk memecahkan masalah. Metode penjadwalan produksi yang selama ini digunakan berdasarkan kesamaan proses produksi. Hal inilah yang terkadang menyebabkan waktu penyelesaian produksi menjadi lebih panjang. Maka dilakukan metode lain untuk menggurangi makespan yaitu dengan menggunakan metode penjadwalan algoritma ant colony. Pada metode Shortest Processing Time (SPT) menghasilkan makespan sebesar 236079.89, sedangkan pada algoritma ant colony menghasilkan nilai α=10, β = 1, ρ = 0.5, Ncmax = 50, jumlah semut 7 dan makespan=215243.22. berdasarkan hasil yang diperoleh maka algoritma ant colony memiliki makespan terkecil yaitu 215243.22 detik.