Analisis Ketidakefisienan Manhour Pada Proyek ABC Menggunakan Metode DMAIC Di PT. XYZ
DOI:
https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2809Keywords:
DMAIC, Idle Time, Ketidakefisienan, Manhour, Six Sigma, InefficiencyAbstract
PT XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam desain dan produksi perangkat pelatihan teknik dan pendidikan vokasional. Dalam pelaksanaan salah satu proyek ditemukan adanya pembengkakan waktu kerja (manhour) secara signifikan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab ketidakefisienan manhour pada proyek ABC di PT XYZ serta merumuskan strategi perbaikan yang tepat. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah adanya deviasi signifikan antara manhour aktual sebesar 496,5 jam dan manhour yang dianggarkan sebesar 264 jam, sehingga tingkat efisiensi hanya mencapai 53,17%. Ketidakefisienan ini berdampak pada peningkatan biaya operasional, ketidakefektifan penggunaan sumber daya, serta keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk mengidentifikasi dan memperbaiki penyebab permasalahan. Tahap analisis dilakukan menggunakan Fishbone Diagram dan metode Why-Why untuk menemukan akar penyebab secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakefisienan terutama disebabkan oleh tingginya idle time akibat keterlambatan pengadaan material, tidak tersedianya buffer stock, serta lemahnya koordinasi antara departemen produksi dan pengadaan.Usulan perbaikan meliputi Sebagai alternatif, diusulkan beberapa langkah pengendalian, antara lain penyusunan Production Readiness Checklist sebagai persyaratan sebelum Work Order (WO) produksi dijalankan, monitoring mingguan terhadap idle time dan waktu tunggu menggunakan form evaluasi, koordinasi rutin antara Procurement, PPIC, dan Produksi agar pengadaan material selaras dengan jadwal produksi, serta penetapan evaluasi efisiensi manhour sebagai salah satu KeyPerformance Indicator (KPI) produksi bulanan. Dengan implementasi strategi tersebut, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi manhour, mengurangi idle time, serta mencapai kinerja produksi yang lebih optimal dan terencana.
PT XYZ is a manufacturing company engaged in the design and production of technical training and vocational education equipment. In one of its projects, a significant increase in manhours was observed. This study aims to analyze the causes of manhour inefficiency in Project ABC at PT XYZ and to propose appropriate improvement strategies. The main issue identified is a substantial deviation between actual manhours of 496.5 hours and budgeted manhours of 264 hours, resulting in an efficiency level of only 53.17%. This inefficiency leads to increased operational costs, ineffective resource utilization, and delays in project completion.This study applies the Six Sigma methodology using the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) approach to identify and address the root causes of the problem. The analysis stage was conducted using Fishbone Diagram and Why-Why analysis to systematically determine the root causes. The findings indicate that the inefficiency is primarily caused by high idle time due to delays in material procurement, the absence of buffer stock, and weak coordination between production and procurement departments.The proposed improvement strategies include the implementation of a Production Readiness Checklist as a prerequisite before issuing Work Orders (WO), weekly monitoring of idle time and waiting time using evaluation forms, routine coordination among Procurement, PPIC, and Production departments to align material procurement with production schedules, and the establishment of manhour efficiency evaluation as a monthly production Key Performance Indicator (KPI).The implementation of these strategies is expected to improve manhour efficiency, reduce idle time, and achieve more optimal and well-planned production performance.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.