Analisis Pengendalian Persediaan Molasses Menggunakan Metode Safety Stock dan Reorder Point untuk Meminimalkan Risiko Stockout
DOI:
https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2795Keywords:
Pengendalian Persediaan, Safety Stock, Reorder Point, Molases, Manajemen Pasokan, Inventory Control, Molasses, Supply ManagementAbstract
Kelancaran operasional manufaktur dalam lingkungan industri sangat ditentukan oleh kapasitas manajemen dalam mengendalikan persediaan bahan baku secara efektif. Tata kelola inventaris yang tidak optimal berisiko memicu konsekuensi ganda, yakni potensi kelangkaan material (stockout) yang dapat menghentikan lini produksi, serta penumpukan komoditas (overstock) yang memicu pembengkakan beban penyimpanan dan biaya operasional. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sekaligus merancang optimasi pada sistem pengendalian stok molases melalui implementasi metode Safety Stock dan Reorder Point (ROP). Kedua pendekatan ini diintegrasikan guna memformulasikan volume cadangan pengaman yang ideal serta menetapkan momentum pemesanan kembali secara akurat. Analisis dilakukan menggunakan data historis pasokan molases bulanan sepanjang tahun 2025, dengan tahapan evaluasi yang meliputi kalkulasi nilai rerata pasokan, standar deviasi, stok pengaman, dan titik order ulang. Hasil komputasi menunjukkan bahwa rata-rata suplai molases mencapai 4.050 ton per bulan dengan nilai standar deviasi sebesar 887 ton, yang mengonfirmasi adanya dinamika fluktuasi pada aliran pasokan. Lebih lanjut, analisis kuantitatif menetapkan volume safety stock sebesar 86 ton dan batas reorder point pada tingkat 286 ton. Temuan empiris ini membuktikan bahwa penerapan metode Safety Stock dan ROP mampu mentransformasi efisiensi manajemen logistik melalui perencanaan yang lebih terstruktur, sehingga risiko defisit bahan baku dapat diminimalkan demi menjamin kontinuitas produksi perusahaan.
The continuity of manufacturing operations within an industrial environment is heavily dictated by management's capacity to control raw material inventories effectively. Suboptimal inventory governance risks triggering a dual consequence: potential material shortages (stockout) that can disrupt production lines, and commodity surpluses (overstock) that drive up holding and operational costs. Addressing this urgency, this study aims to evaluate and optimize the inventory control system for molasses by implementing the Safety Stock and Reorder Point (ROP) methods. These two approaches are integrated to formulate the ideal safety stock volume and accurately establish the reorder timing. The analysis utilizes historical monthly molasses supply data throughout 2025, with evaluation stages encompassing the calculation of the mean supply, standard deviation, safety stock, and reorder point. Computational results indicate that the average monthly molasses supply reaches 4,050 tons with a standard deviation of 887 tons, confirming the fluctuating dynamics within the supply stream. Furthermore, the quantitative analysis establishes a safety stock volume of 86 tons and an ROP threshold at 286 tons. These empirical findings demonstrate that applying the Safety Stock and ROP methods can transform logistics management efficiency through a more structured planning framework, thereby minimizing raw material deficit risks to ensure the continuity of corporate production.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.