Analisis Human Factors Ergonomics pada Kegiatan Pemasangan Tiang Listrik Menggunakan Crane: Pendekatan Multidimensi Berbasis REBA, %CVL, dan NASA-TLX

Authors

  • Nurul Annisa Program Studi Magister Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr.T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Monika Saurma T. Situmorang Program Studi Magister Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr.T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Ghina Roudhotul Jannah Program Studi Magister Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr.T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Bezaleel Gabriel Saragih Program Studi Magister Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr.T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Rakha A. Rangkuti Program Studi Magister Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr.T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2791

Keywords:

Ergonomics, Musculoskeletal Disorder, NASA-TLX, REBA, %CVL

Abstract

Kegiatan pemasangan tiang listrik menggunakan crane merupakan pekerjaan konstruksi berisiko tinggi yang melibatkan interaksi kompleks antara manusia, mesin, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor human ergonomics yang berpengaruh terhadap keselamatan dan produktivitas pekerja pada aktivitas tersebut. Metode yang digunakan meliputi penilaian postur kerja dengan Rapid Entire Body Assessment (REBA), pengukuran beban kerja fisik melalui persentase Cardiovascular Load (%CVL), serta penilaian beban mental menggunakan National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX). Penelitian dilakukan pada 5 posisi kerja yang terlibat langsung dalam proses pemasangan tiang distribusi 20 kV. Hasil analisis REBA menunjukkan bahwa aktivitas penggalian fondasi dan rigging memiliki skor risiko tertinggi (skor 11 dan 8) dengan kategori tindakan segera. Pengukuran %CVL mengidentifikasi pekerja penggali dan rigger mengalami beban kerja berat hingga sangat berat (62,7% dan 54,1%). Analisis NASA-TLX mengungkap operator crane menanggung beban mental tertinggi dengan Weighted Workload (WWL) sebesar 73,2. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi intervensi ergonomis berbasis hirarki pengendalian (eliminasi, substitusi, rekayasa, administratif, dan APD) yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan utilitas listrik untuk mereduksi risiko cedera dan meningkatkan efisiensi kerja secara berkelanjutan.

Electric pole installation activities using cranes constitute a high-risk construction task involving complex human-machine-environment interactions. This study aims to analyze the human ergonomic factors influencing worker safety and productivity in such activities. The methods employed include posture assessment using the Rapid Entire Body Assessment (REBA), physical workload measurement through Cardiovascular Load percentage (%CVL), and mental workload evaluation using the NASA Task Load Index (NASA-TLX). The study was conducted on five distinct work positions directly involved in the installation of 20 kV distribution poles. REBA analysis revealed that excavation and rigging activities exhibit the highest risk scores (scores 11 and 8, respectively), requiring immediate corrective action. CVL measurements identified that excavation workers and riggers experience heavy to very heavy workloads (62.7% and 54.1%). NASA-TLX analysis demonstrated that crane operators bear the highest mental workload, with a Weighted Workload (WWL) score of 73.2. This study presents ergonomic intervention recommendations based on the hierarchy of controls (elimination, substitution, engineering, administrative, and PPE) that electric utility companies may implement to reduce injury risks and sustainably improve work efficiency.

Downloads

Published

2026-06-30