Penerapan Material Requirement Planning (MRP) dengan Metode Least Unit Cost (LUC) pada Produksi Ragum

Authors

  • Felita Ivana Lordian Program Studi Sarjana Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr. T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Desti Damai Hati Gea Program Studi Sarjana Kimia, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr. T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Diky Darmawan Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr. T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Fericko Yuhalim Program Studi Sarjana Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr. T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Willy Lauwins Program Studi Sarjana Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, Jln. Dr. T. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2782

Keywords:

Biaya Persediaan, Least Unit Cost, MRP, Persediaan, Ragum, Inventory Cost, Vise, Stock

Abstract

Perencanaan persediaan bahan baku yang tidak terkoordinasi dengan baik sering menjadi kendala dalam kegiatan manufaktur. Pada produksi ragum, pengendalian persediaan belum optimal sehingga berisiko menyebabkan ketidaksesuaian antara jadwal produksi dengan ketersediaan komponen. Selain itu, total biaya persediaan menjadi tinggi karena biaya pesan dan biaya simpan belum disesuaikan dengan mempertimbangkan satu sama lain. Penelitian ini bertujuan menerapkan Material Requirement Planning (MRP) dengan metode Least Unit Cost (LUC) untuk merencanakan kebutuhan bahan baku secara efisien serta meminimalkan total biaya persediaan. Metode yang digunakan meliputi empat tahapan MRP, yaitu netting untuk menghitung kebutuhan bersih, lotting dengan LUC untuk menentukan ukuran pesanan berdasarkan biaya per unit terendah, offsetting untuk menyesuaikan waktu pemesanan dengan lead time, serta explosion untuk menurunkan kebutuhan ke seluruh komponen dalam struktur produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode LUC mampu menghasilkan jumlah dan waktu pemesanan yang ekonomis untuk seluruh part ragum. Total biaya persediaan yang diperoleh dengan metode LUC adalah Rp2.586.792, yang mencerminkan efisiensi dibandingkan jika biaya pesan dan simpan tidak dipertimbangkan secara simultan. Implikasi dari penelitian ini adalah metode tersebut dapat membantu perusahaan menjalankan produksi sesuai jadwal tanpa kekurangan atau kelebihan bahan bak.

Poor coordination in raw material inventory planning often causes problems in manufacturing activities. In ragum production, inventory control is not optimal. This situation may lead to mismatches between the production schedule and the availability of components. Furthermore, total inventory cost is significantly high because ordering costs and holding costs have not been adjusted by taking each other into consideration. This study focuses on the implementation of MRP using the LUC method to plan raw material requirements efficiently and to minimize total inventory cost. The method consists of four stages of MRP, namely netting to calculate net requirements, lot sizing using LUC to determine order quantities based on the lowest cost per unit, offsetting to adjust the timing of orders according to lead time, and explosion to calculate requirements for all components in the product structure. The results show that the LUC method can determine economical order quantities and ordering schedules for all ragum parts. The total inventory cost for all ragum parts using the LUC method is IDR 2,586,792. The implication of this study is that the proposed method can help companies run production according to schedule without material shortages or excess stock.

Downloads

Published

2026-06-30