Perencanaan Persediaan Bahan Baku dengan Menggunakan Material Requirements Planning (MRP)

Authors

  • Athalah W. A. Damanik Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, JL. Dr. T. Mansyur No 9, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Rifat G. Albar Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, JL. Dr. T. Mansyur No 9, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Rahmi R. Simatupang Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, JL. Dr. T. Mansyur No 9, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Nafisa Hendri Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, JL. Dr. T. Mansyur No 9, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Ruth A. Ompusunggu Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, JL. Dr. T. Mansyur No 9, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2777

Keywords:

least unit cost, lot for lot, peramalan, perencanaan kebutuhan material, forecasting, material requirement planning

Abstract

Dunia industri modern tengah mengalami kemajuan yang luar biasa cepat, sehingga perusahaan di sektor manufaktur harus mampu beraksi secara gesit dan adaptif. Kegiatan produksi tidak terlepas dari perencanaan penjadwalan dan pengendalian persediaan, termasuk manajemen bahan baku. Sehubungan dengan hal tersebut, pengelolaan kebutuhan bahan baku harus direncanakan secara optimal, salah satunya dengan menggunakan MRP. Tahapan MRP yang dilakukan antara lain peramalan menggunakan metode Double Exponential Smoothing (DES), perencanaan bahan baku, serta menghitung permintaan bahan baku dengan teknik LFL dan metode LUC. Dari perhitungan biaya, didapat bahwa total biaya yang dikeluarkan metode LFL Rp550.000 dan LUC Rp409.375. Dari kedua metode MRP yang dilakukan, didapat metode LUC terbukti menghasilkan total pengeluaran untuk persediaan yang lebih kecil sebesar Rp409.375, dengan tingkat kehematan pada biaya persediaan mencapai 9,22%. Dengan demikian terbukti bahwa metode Least Unit Cost (LUC) Ini dapat berfungsi untuk mengoptimalkan biaya persediaan bahan baku di lingkungan perusahaan.

The development of the modern industry is currently very rapid, requiring manufacturing companies to be fast and dynamic. Production activities cannot exist independently of production scheduling and inventory management, including raw material management. Therefore, good raw material requirement planning is needed, one of which is through the use of MRP. The MRP stages carried out include forecasting using the DES method, raw material planning, and calculation of material requirements using the LFL and LUC methods. Based on the MRP cost calculations, the total costs incurred are Rp550,000 for the LFL method and Rp409,375 for the LUC method. From both methods, LUC method has the lowest total inventory cost at Rp409,375, with a cost efficiency saving of 9.22%. Thus, it is proven that the LUC method can effectively contribute to reducing raw material inventory costs in the company

Downloads

Published

2026-06-30