Perancangan Ulang Alat Pultrusi Sebagai Sumber Filamen pada 3D Printing Menggunakan Metode Design for Manufacturing and Assembly (DFMA)

Authors

  • Oswaldo B. Siburian Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, JL. Dr. T. Mansyur No 9, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Samuel N. Simbolon Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, JL. Dr. T. Mansyur No 9, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Abdurrahman A.Nasution Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara, JL. Dr. T. Mansyur No 9, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Hafizal A. G. K. Parinduri Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard No.1, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530
  • Dinda Karina Kampus Utama Bukit Indah, Jl. Irian No.01, Blang Pulo, Kec. Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh

DOI:

https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2776

Keywords:

design for manufacturing and assembly, perancangan, pultrusi, 3D printing, design, pultrusion

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, inovasi produk dituntut memiliki daya saing tinggi agar mampu unggul dibandingkan produk sejenis. Pengembangan mesin produksi yang hemat biaya adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan. Alat pultrusi digunakan dalam proses manufaktur filamen untuk 3D printing. Namun, desain konvensional masih memiliki banyak komponen dan biaya produksi yang tinggi. Untuk mempersederhanakan desain, mengurangi jumlah komponen, dan mengurangi biaya produksi, penelitian ini mengkaji perancangan ulang alat pultrusi yang menggunakan metode Design for Manufacturing and Assembly (DFMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan DFMA berhasil menurunkan biaya produksi dari Rp1.703.000 menjadi Rp912.000, atau sebesar 46,45%. Selain itu, waktu produksi filamen berkurang dari 60 menit menjadi 50 menit, sistem kontrol menjadi lebih terintegrasi, serta kualitas penarikan filamen menjadi lebih stabil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe usulan mampu menghasilkan filamen yang lebih seragam dan mudah dioperasikan. Dengan demikian, desain usulan lebih efisien dari aspek biaya, manufaktur, dan kemudahan perakitan.

A pultrusion machine is used in the production of 3D printing filament; however, conventional designs often have high production costs and complex assembly processes. This study aims to redesign a pultrusion machine using the Design for Manufacturing and Assembly (DFMA) method to simplify the design and reduce production costs. The results show that DFMA reduced production costs from IDR 1,703,000 to IDR 912,000, a reduction of 46.45%, and shortened production time from 60 to 50 minutes. The redesigned prototype also provides a more integrated control system and improved filament pulling stability. These findings indicate that DFMA effectively improves the manufacturability, assembly efficiency, and overall performance of the pultrusion machine.

Downloads

Published

2026-06-30