Penerapan Metode Nigel Cross dalam Perancangan Hygie Bin
DOI:
https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2775Keywords:
Hygie Bin, Nigel Cross, Pengelolaan Sampah, QFD, Rekayasa nilai, Value engineering, Waste ManagementAbstract
Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi isu penting yang berdampak pada kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat, karena penanganan yang kurang optimal dapat menimbulkan bau tidak sedap, penumpukan sampah (overflow), serta meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Oleh karena itu, diperlukan produk inovasi yang dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih higienis dan efisien. Penelitian ini difokuskan pada perancangan produk Hygie Bin sebagai inovasi dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih mudah digunakan, bersih, dan optimal. Proses perancangan mengacu pada pendekatan Nigel Cross yang diawali melalui tahap penjabaran tujuan melalui objective tree, kemudian dilangsungkan analisis fungsi melalui pendekatan black box. Kebutuhan pengguna diidentifikasi melalui kegiatan diskusi ide (brainstorming) serta pengumpulan data melalui kuesioner. Tahap berikutnya mencakup penetapan spesifikasi serta karakteristik teknis produk melalui metode Quality Function Deployment (QFD). Setelah itu, dikembangkan berbagai alternatif konsep menggunakan peta morfologi, yang kemudian diseleksi melalui metode pembobotan kriteria (weighted objectives) untuk menentukan rancangan yang paling sesuai.
Waste management problems remain a significant issue affecting environmental cleanliness and public health. Inadequate handling can lead to unpleasant odors, waste accumulation (overflow), and an increased risk of disease transmission. Therefore, an innovative product is needed to support a more hygienic and efficient waste management system. This study focuses on designing a product called Hygie Bin as an innovation to improve usability, cleanliness, and overall effectiveness in waste handling. The design process adopts the Nigel Cross approach, beginning with the clarification of objectives using an objective tree, followed by functional analysis through a black box model. User requirements are identified through brainstorming sessions and data collection using questionnaires. The next stage involves defining product specifications and technical characteristics using the Quality Function Deployment (QFD) method. Subsequently, various design alternatives are generated through a morphological chart and evaluated using the weighted objectives method to determine the most suitable design.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.