Penerapan Metode Nigel Cross dalam Perancangan Produk EcoSpin Filter

Authors

  • Angeli Christiana Taluay Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jln Dr. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan, 20155, Indonesia.
  • Maychel Kevin Sianipar Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jln Dr. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan, 20155, Indonesia.
  • David Raja Bisuk Simanjuntak Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jln Dr. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan, 20155, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2765

Keywords:

alternatif, EcoSpin Filter, metode, Nigel Cross, tahap, alternative, method, stage

Abstract

Aktivitas menggoreng pada sektor kuliner, khususnya UMKM dan rumah tangga, menghadirkan berbagai tantangan seperti pemborosan minyak goreng bekas, penurunan kualitas minyak akibat sisa ampas pengorengan, serta kurangnya efisiensi proses penirisan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dikembangkan produk EcoSpin Filter yang dirancang secara multifungsi dengan mengintegrasikan mekanisme spinner untuk penirisan, filtrasi minyak menggunakan saringan kawat dan kain saring, serta penampungan minyak berbentuk kerucut. Perancangan produk EcoSpin Filtermenggunakan 7 langkah metode Nigel Cross yang terdiri dari merumuskan tujuan, menentukan fungsi, mengidentifikasi kebutuhan, menetapkan karakteristik, mengembangkan alternatif, mengevaluasi alternatif, serta melakukan perincian dan penyempurnaan desain. Pada tahap klarifikasi tujuan, disusun pohon tujuan yang memisahkan fungsi, tahap ini menentukan fungsi dan menghasilkan pembangian sub-fungsi serta batasan dalam perancangan, tahap penyusunan kebutuhan, menghasilkan 3 kebutuhan demand (D) dan 7 wish (W), tahap penetapan karakteristik merupakan tahap peningkatan kualitas barang ataupun jasa yang dilakukan dengan memahami kebutuhan konsumen kemudian dihubungkan dengan karakteristik teknis rancangan produk, agar proses produksi di setiap tahapannya mampu mewujudkan barang yang memenuhi harapan pelanggan, pada tahap ini digunakan metode Quality Function Deployment (QFD), dan tahap pengembangan alternatif merupakan tahap yang digunakan dalam menyelesaikan masalah perancangan produk EcoSpin Filter untuk kemudian dicari solusi ataupun alternatif terbaik pada produk rancangan. Terakhir tahap perincian desain dimana pada tahap ini menghasilkan total biaya produksi yang awalnya Rp850.000 kemudian diminimalkan menjadi Rp700.000.

Frying activities in the culinary sector, especially for MSMEs and households, present various challenges such as the wastage of used cooking oil, degradation of oil quality due to frying residue, and lack of efficiency in the draining process. To address these needs, the EcoSpin Filter product was developed, designed multifunctionally by integrating a spinner mechanism for draining, oil filtration using wire and cloth filters, and conical-shaped oil collection. The design of the EcoSpin Filter product uses the 7 steps of Nigel Cross's method, namely formulating objectives, determining functions, identifying needs, establishing characteristics, developing alternatives, evaluating alternatives, and detailing and refining the design. At the stage of clarifying objectives, a goal tree is prepared that separates functions; this stage determines the functions and produces the division of sub-functions as well as constraints in the design. The stage of compiling requirements produces 3 demand (D) requirements and 7 wish (W) requirements. The stage of setting characteristics is the stage of improving the quality of goods or services by understanding consumer needs and then linking them to the technical characteristics of the product, so that the production process at each stage is able to realize goods that meet customer expectations. At this stage, Quality Function Deployment (QFD) method is used, and alternative development stage is the stage used in solving the EcoSpin Filter product design problem to then find the best solution or alternative for the designed product. Finally, the design detailing stage, where at this stage the total production cost, initially Rp850,000, is reduced to Rp700,000.

Downloads

Published

2026-06-30