Penerapan Metode Quality Function Development (QFD) Pada Perancangan dan Pengembangan Produk Riceva

Authors

  • Fajar Ikhwan Batubara Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatra Utara, Jln. Dr. T. Mansyur No.9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Marsha Khairunnisa Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatra Utara, Jln. Dr. T. Mansyur No.9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Raja Gilang Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatra Utara, Jln. Dr. T. Mansyur No.9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Tiffany Aurelia Sophie Sihombing Program Studi Teknik Industri, Universitas Sumatra Utara, Jln. Dr. T. Mansyur No.9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2759

Keywords:

desain produk, perancangan produk, quality function development, riceva, product design, Product development

Abstract

Penyimpanan beras yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan kelembapan, memicu pertumbuhan jamur, serta menyebabkan munculnya kutu, sehingga menurunkan kualitas dan kelayakan konsumsi beras. Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkan sebuah produk bernama Riceva, yaitu alat penyimpanan beras cerdas yang dirancang untuk memantau kondisi lingkungan sekaligus menjaga kualitas beras selama proses penyimpanan. Proses perancangan produk Riceva menggunakan metode Quality Function Development (QFD) dengan pendekatan House of Quality untuk menerjemahkan kebutuhan pengguna ke dalam spesifikasi teknis. Penggunaan metode QFD dalam perancangan ini didasarkan pada kemampuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen secara terstruktur serta menghubungkannya dengan karakteristik teknis produk melalui matriks House of Quality. Dalam proses analisis QFD, dilakukan identifikasi hubungan antara atribut kebutuhan pengguna dengan karakteristik teknis menggunakan tingkat kekuatan hubungan tertentu, serta analisis korelasi antar karakteristik teknis untuk membentuk bagian atap (roof) HoQ. Berdasarkan hasil QFD yang telah dibuat, menunjukkan bahwa karakteristik teknis yang paling penting adalah ketahanan produk dan kualitas penyimpanan (masing-masing sekitar 19%), diikuti efektivitas sistem otomatis (18%), sementara efisiensi energi dan heat lossmemiliki prioritas lebih rendah. Seluruh karakteristik teknis berada pada tingkat kesulitan kategori sulit, yang menandakan kompleksitas perancangan cukup tinggi, namun dari sisi biaya masih tergolong sedang dan merata (sekitar 14% per aspek). Hasil analisis menunjukkan bahwa ketahanan produk dan kualitas penyimpanan merupakan atribut yang menjadi prioritas perbaikan sekaligus perlu dipertahankan guna menjaga kualitas produk, terutama karena tingkat kesulitannya yang tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas penyimpanan dan ketahanan produk.

Poorly managed rice storage can increase humidity, promote mold growth, and lead to pest infestations, ultimately reducing rice quality and safety. To address this issue, a smart storage device called Riceva was developed to monitor environmental conditions and maintain rice quality. The design process applies the Quality Function Deployment (QFD) method with a House of Quality (HoQ) approach to translate user needs into technical specifications. QFD enables structured identification of customer requirements and links them to technical characteristics. The analysis shows that the most critical factors are product durability and storage quality (≈19% each), followed by automation effectiveness (18%), while energy efficiency and heat loss are less prioritized. Although all technical aspects are considered highly complex, the overall cost remains moderate and evenly distributed (≈14% each). These results highlight durability and storage quality as key priorities for improvement and maintenance.

Downloads

Published

2026-06-30