Penerapan Metode Nigel Cross pada Perancangan dan Pengembangan Produk ReStone Therapy Mat

Authors

  • Reza Okbernius Berutu Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Marcell Winner Nababan Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Nathalie Christin Lesar Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. Mansyur No. 9 Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2757

Keywords:

AHP, Nigel Cross, QFD, Relaksasi, Sistem Getaran, Relaxation, Vibration System

Abstract

Padatnya rutinitas dan beban kerja masyarakat modern berdampak pada peningkatan risiko gangguan kesehatan fisik, seperti keletihan dan nyeri otot. Keterbatasan waktu seringkali menjadi penghambat bagi individu untuk mendapatkan perawatan di pusat terapi profesional. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pada urgensi pengembangan alat terapi portabel yang efisien untuk mendukung rehabilitasi fisik mandiri di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini diarahkan pada pengembangan inovasi ReStone Therapy Mat dengan mengadopsi kerangka kerja Nigel Cross. Proses perancangan mencakup fase klarifikasi tujuan, identifikasi fungsi melalui mekanisme black box dan block diagram, serta penetapan parameter spesifikasi produk. Dalam upaya mengidentifikasi variabel kebutuhan pengguna yang paling krusial, penelitian ini mengintegrasikan kuesioner berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai basis penentuan prioritas dalam elemen desain. Data tersebut diintegrasikan ke dalam matriks House of Quality (HoQ) untuk mentransformasi ekspektasi pengguna menjadi parameter teknis produk yang terukur. Tahapan ini juga mencakup penetapan batasan desain dan penilaian komparatif terhadap berbagai alternatif rancangan melalui diagram pembobotan yang mengacu pada nilai kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kerangka kerja Nigel Cross yang didukung oleh berbagai alat analisis desain secara efektif memvalidasi terciptanya produk yang ergonomis. Sinergi ini memastikan bahwa luaran desain yang dihasilkan memiliki relevansi tinggi terhadap parameter kebutuhan.

The demanding routines and heavy workloads of modern society contribute to an increased risk of physical health problems, such as fatigue and muscle pain. Time constraints often hinder individuals from seeking treatment at professional therapy centers. Therefore, this study emphasizes the urgency of developing an efficient portable therapy device to support independent physical rehabilitation amid busy daily activities. This research is focused on developing the innovative ReStone Therapy Mat by adopting the Nigel Cross framework. The design process includes stages of objective clarification, function identification through black box and block diagram approaches, and the determination of product specification parameters. To identify the most critical user requirement variables, this study incorporates a questionnaire based on the Analytical Hierarchy Process (AHP) as a basis for prioritizing design elements. The data are then integrated into the House of Quality (HoQ) matrix to transform user expectations into measurable technical product parameters. This stage also involves defining design constraints and conducting comparative evaluations of various design alternatives using a weighting diagram based on importance values. The results indicate that the implementation of the Nigel Cross framework, supported by various design analysis tools, effectively validates the creation of an ergonomic product. This synergy ensures that the resulting design output has a high level of relevance to the identified requirement parameters.

Downloads

Published

2026-06-30