Identifikasi Risiko Gangguan Muskuloskeletal Pada Pekerja Divisi Fabrikasi Menggunakan Metode Nordic Body Map

Authors

  • Febbi Riska Erpianti Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sari Mulia, Jalan Pramuka No.2, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 70238, Indonesia
  • Agustina Hotma Uli Tumanggor Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sari Mulia, Jalan Pramuka No.2, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 70238, Indonesia
  • Madschen Sia Mei Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sari Mulia, Jalan Pramuka No.2, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 70238, Indonesia
  • Siska Selvija Tambun Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sari Mulia, Jalan Pramuka No.2, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 70238, Indonesia
  • Sirojul Lutfi Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sari Mulia, Jalan Pramuka No.2, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 70238, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2733

Keywords:

Ergonomi, Gangguan muskuloskeletal, Nordic Body Map, Postur Kerja, Risiko Kerja, Ergonomics, Musculoskeletal Disorders, Working Posture, Work Risk

Abstract

Tingginya potensi terjadinya gangguan muskuloskeletal pada pekerja divisi fabrikasi menjadi dasar dilaksanakannya penelitian dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM). Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat risiko keluhan muskuloskeletal yang dialami pekerja sebagai akibat dari aktivitas kerja yang menuntut gerakan berulang, penggunaan postur yang kurang ergonomis, serta beban fisik yang relatif besar selama proses kerja berlangsung. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap aktivitas kerja dan penyebaran kuesioner NBM kepada pekerja untuk mengidentifikasi lokasi keluhan pada tubuh serta tingkat keparahan yang dirasakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keluhan paling dominan terjadi pada area punggung bagian atas, punggung bagian bawah, bahu, dan kaki. Tingkat risiko pada bagian-bagian tubuh tersebut berada dalam kategori sedang hingga tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor pekerjaan, seperti mempertahankan posisi tubuh yang sama dalam jangka waktu lama, kegiatan mengangkat dan memindahkan beban, serta pelaksanaan gerakan yang berulang secara terus-menerus. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan penerapan perbaikan ergonomi pada lingkungan dan metode kerja untuk menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal serta menciptakan kondisi kerja yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kesehatan pekerja.

The high potential for musculoskeletal disorders among fabrication division workers served as the basis for conducting this study using the Nordic Body Map (NBM) method. The research was carried out to assess the level of musculoskeletal complaints experienced by workers as a result of repetitive work activities, non-ergonomic working postures, and substantial physical workload demands during the production process. Data were collected through direct observation of workplace activities and the distribution of NBM questionnaires to workers to identify the affected body regions and determine the severity of the discomfort experienced. The results of the analysis indicated that the most frequently reported complaints were concentrated in the upper back, lower back, shoulders, and legs. The risk levels associated with these body parts were categorized as moderate to high. Several work-related factors contributed to these conditions, including maintaining the same posture for extended periods, performing manual lifting and material handling tasks, and carrying out repetitive movements continuously. Based on these findings, ergonomic improvements in both the work environment and work methods are necessary to reduce the risk of musculoskeletal disorders and to create a safer, healthier, and more comfortable workplace for employees.

Downloads

Published

2026-06-30