Analisis Pengendalian Kualitas Produk Kemeja Menggunakan Metode Six Sigma dengan Pendekatan DMAIC pada CV. XYZ
DOI:
https://doi.org/10.32734/ee.v9i2.2728Keywords:
Six Sigma, DMAIC, Pengendalian Kualitas, Cacat Produk, Industri Konveksi, quality control, product defects, garment industryAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan kualitas produk kemeja pada CV. XYZ dengan menggunakan pendekatan Six Sigmamelalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya tingkat kecacatan produk, termasuk cacat ukuran, kotor, dan kesalahan bordir, yang berdampak pada kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Data yang digunakan terdiri dari data atribut dan variabel yang dikumpulkan melalui teknik stratified random sampling dan simple random sampling dengan total 375 sampel. Pada tahap measure, kestabilan proses dievaluasi menggunakan peta kendali atribut dan variabel, dilanjutkan dengan analisis kemampuan proses, perhitungan Defects per Million Opportunities (DPMO), serta penentuan level sigma. Tahap analyze menggunakan berbagai alat seperti histogram, diagram Pareto, scatter diagram, cause-and-effect diagram, serta Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi akar penyebab kecacatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecacatan dipengaruhi oleh faktor manusia, metode kerja, dan kondisi mesin. Perbaikan diusulkan melalui penyusunan SOP yang lebih terstruktur, pelatihan operator, serta pengendalian proses yang lebih ketat, sementara tahap control bertujuan untuk memastikan keberlanjutan perbaikan. Penerapan metode Six Sigma diharapkan dapat menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan kualitas produk secara berkelanjutan.
This study aims to analyze and improve the quality of shirt products at CV. XYZ using the Six Sigma approach with DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). The main issue is the high defect rate, including size defects, stains, and embroidery errors, which affect product quality and customer satisfaction. Data consist of attribute and variable data collected through stratified and simple random sampling with a total of 375 samples.In the measure phase, process stability was evaluated using attribute and variable control charts, followed by process capability analysis, Defects per Million Opportunities (DPMO), and sigma level calculation. The analyze phase employed tools such as histograms, Pareto diagrams, scatter diagrams, cause-and-effect diagrams, and FMEA to identify root causes.The results show that defects are influenced by human factors, work methods, and machine conditions. Improvements are proposed through structured SOPs, operator training, and stricter process control, while the control phase ensures sustainability. The implementation of Six Sigma is expected to reduce defects and enhance product quality continuously.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.