Hybrid Project Management-Based Oil Palm Replanting Management Model
DOI:
https://doi.org/10.32734/ee.v9i1.2713Keywords:
Replanting, Kelapa Sawit, Hybrid Project Management, Waterfall, Agile, Oil PalmAbstract
Replanting kelapa sawit merupakan strategi utama dalam menjaga produktivitas perkebunan dan memastikan keberlanjutan industri kelapa sawit. PT Perkebunan Nusantara IV menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola proyek replanting, seperti perencanaan, keterlambatan proyek, ketidaktepatan biaya, serta kualitasreplanting yang tidak konsisten. Kompleksitas ini memerlukan pendekatan manajemen proyek yang fleksibel dan adaptif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang metode manajemen replanting berbasis Hybrid Project Management (HPM) dengan menggabungkan keunggulan pendekatan Waterfall dan Agile. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan HPM dalam proyek replanting meningkatkan efektivitas manajemen dengan memberikan cakupan proyek yang terstruktur, mengoptimalkan strategi manajemen waktu, meningkatkan akurasi pengendalian biaya, serta memastikan standar kualitas yang konsisten. Model ini memungkinkan manajer proyek untuk lebih responsif terhadap kondisi lapangan, mengidentifikasi risiko lebih awal, dan meningkatkan efisiensi operasional. Dengan demikian, metode yang diusulkan diharapkan menjadi solusi efektif dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan proyek replantingkelapa sawit di PTPN IV.
Oil palm replanting is a key strategy for maintaining plantation productivity and ensuring the sustainability of the palm oil industry. PT Perkebunan Nusantara IV faces several challenges in managing replanting projects, planning, project delays, cost underruns, and inconsistent replanting quality. These complexities require a flexible and adaptive project management approach. Therefore, this study aims to design a replanting management method based on Hybrid Project Management (HPM), combining the strengths of Waterfall and Agile approaches. This study employs a qualitative descriptive method, utilizing in-depth interviews, field observations, and document analysis for data collection. The findings indicate that implementing HPM in replanting projects enhances management effectiveness by providing a well-structured project scope, optimizing time management strategies, improving cost control accuracy, and ensuring consistent quality standards. This model enables project managers to be more responsive to field conditions, mitigate risks early, and enhancese. Thus, the proposed method is expected to be an effective solution for improving efficiency and sustainability in oil palm replanting projects at PTPN IV. Simulation results indicate that the proposed hybrid project management model reduced replanting completion time by approximately 12%, improved compliance with quality standards by 20%, and increased documentation completeness by 33% compared to conventional replanting practices.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.