Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Kajian Performansi Kompor Surya dengan Erythrytol Sebagai Pcm untuk Memasak Langsung dan Tidak Langsung

A Study of Solar Stove Performance with Erythrytol as Pcm for Direct and Indirect Cooking

Authors
  • Safri Gunawan Universitas Sumatera Utara
  • Farel Hasiholan Napitupulu Universitas Sumatera Utara
  • Himsar Ambarita Universitas Sumatera Utara
Issue       Vol 1 No 1 (2018): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v1i1.113
Keywords: box kolektor surya silinder isolator lug PCM beras
Published 2018-10-16

Abstract

Menipisnya persediaan energi yang berasal dari fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam mengharuskan masyarakat beralih menggunakan energi alternatif. Dalam hal ini, Kementrian ESDM menghimbau untuk mencari dan mengembangkan energi alternatif sebagai pengganti energi konvensional. Salah satu energi alternatif yang harus dikembangkan adalah energi surya. Salah satu penggunaan energi surya dapat diaplikasikan dalam proses memasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahantemperatur tiap titik pengukuran pada box kolektor surya dan vessel saat proses charging dan discharging, mengetahui perbandingan temperatur vessel yang menggunakan lug dan tidak menggunakan lug pada proses charging dan discharging, serta untuk mengetahui efesiensi termal box kolektor surya pada proses charging dan silinder isolator pada proses discharging dalam menjaga temperatur nasi. Pengujian pada proses charging dilakukan dengan menggunakan box kolektor berukuran 120 × 120 (cm) dan pada proses discharging menggunakan silinder isolator berukuran 30 × 45 (cm). Pada proses charging dilakukan pada pukul 10:00-16:00 WIB dan proses discharging pukul 16:00-09:00 WIB. Temperatur rata-rata proses charging untuk vessel menggunakan lug adalah 78,81 oC dan tidak menggunakan lug adalah 73,10 oC. Hal ini terjadi karena pada vessel yang menggunakan lug dapat menyerap energi panas dari sisi bawah vessel. Sedangkan efesiensi yang diperoleh box kolektor surya tertinggi adalah pada proses charging 41,54 % namun belum mampu meleburkan PCM yang memiliki temperatur lebur 120 oC karena temperatur maksimal yang mampu ditangkap box kolektor adalah 99,52 oC.

 

The depletion of energy supplies derived from fossils such as oil, coal and natural gas requires people to switch to use alternative energy. In this case, the Ministry of Energy and Mineral Resources calls for seeking and developing alternative energy as a replacement for conventional energy. One of alternative energy which must be developed is solar energy. Solar energy can be applied in cooking process. The purposes of this study were to determine the change in temperature of each measurement point in solar collector box and vessel during the charging and discharging process; to compare the temperature vessel using lug and not using lug on the charging and discharging process; and to determine thermal efficiency of solar collector box during the charging process and cylinder insulator in discharging process for maintaining the temperature of rice. Testing on the charging process was conducted by using collector box of 120 × 120 (cm) and in discharging process by using an insulator cylinder of 30 × 45 (cm). The charging process was done at 10:00 - 16:00 WIB and discharging process from 16:00 to 09:00 WIB. The average temperature of the charging process for vessels using lug was 78.81oC and not using lug was 73.10oC. This happens because the vessel using lug could absorb heat energy from the bottom side of the vessel. While the highest efficiency obtained by the solar collector box was on the charging process, i.e. 41.54% but had not been able to melt PCM which has melting temperature of 120oC because the maximum temperature that could be captured by the collector box was 99.52oC.