Daya Tetas Telur Burung Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica) Pada Berbagai Perbandingan Jantan-Betina Dan Pemberian Tepung Biji Labu Kuning Dalam Ransum
DOI:
https://doi.org/10.32734/anr.v7i1.2595Keywords:
burung puyuh, daya tetas, biji labu kuning, sex ratio, fertilitasAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbandingan jantan dan betina serta penambahan suplemen tepung biji labu kuning pada ransum terhadap daya tetas telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan di Desa Bangun Rejo, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang pada Juni–Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4×4 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah perbandingan jantan dan betina (1:1, 1:3, 1:5, dan 1:7), dan faktor kedua adalah penambahan tepung biji labu kuning (0%, 0,20%, 0,25%, 0,30%). Parameter yang diamati meliputi feed conversion ratio (FCR), berat telur tetas, fertilitas, dan daya tetas telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan jantan dan betina berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai FCR dan daya tetas, sedangkan penambahan tepung biji labu kuning tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Perlakuan R4 (1:7) menghasilkan nilai FCR terendah (2,90) dan daya tetas tertinggi (94,56%). Disimpulkan bahwa perbandingan jantan dan betina 1:7 memberikan hasil terbaik terhadap efisiensi pakan dan daya tetas telur burung puyuh, sedangkan penambahan tepung biji labu kuning hingga 0,30% belum menunjukkan pengaruh signifikan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Agricultural and Natural Resources (ANR)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.