Distribusi Hasil California Mastitis Test dan Ciri Fisik Susu pada Kasus Mastitis Subklinis Pada Peternakan Kambing Perah Tradisional di Provinsi Sumatera Utara

Distribution of California Mastitis Test Results and Physical Characteristics of Milk in Subclinical Mastitis Cases on Traditional Dairy Goat Farms in North Sumatra Province

Authors

  • Shinta Mutia Rambe Manalu Program Doktoral Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan, 20222, Indonesia
  • Lisnawita Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan, 20222, Indonesia
  • Nevy Diana Hanafi Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan, 20222, Indonesia
  • Luthfi Aziz Mahmud Siregar Program Doktoral Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan, 20222, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/anr.v7i1.2593

Keywords:

California Mastitis Test, mastitis subklinis, peternakan tradisional, kambing perah, Sumatera Utara, subclinical mastitis, traditional farms, dairy goats, North Sumatra

Abstract

Mastitis subklinis merupakan gangguan kesehatan ambing yang umum terjadi pada kambing perah dan berdampak terhadap penurunan produksi, kualitas, serta keamanan susu tanpa menunjukkan gejala klinis nyata. Deteksi dini menggunakan California Mastitis Test (CMT) menjadi metode lapangan yang efektif untuk menilai tingkat inflamasi ambing. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi hasil CMT pada kambing perah di Kabupaten Deli Serdang, Langkat, dan Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara serta mengevaluasi hubungan antara status inflamasi ambing dengan karakteristik fisik susu. Sebanyak 154 sampel susu dikumpulkan dari kambing perah laktasi dan diuji menggunakan CMT. Hasil CMT menunjukkan hasil positif pada 90 sampel, dengan skor CMT terbanyak adalah positif 2 dan 3. Analisis statistik pada data yang dikoleksi menunjukkan tidak terdapat perbedaan kasus mastitis subklinis yang signifikan antarwilayah lokasi sampling (p-value = 0.986; p > 0.05) dan seluruh sampel susu positif CMT tidak menunjukkan perubahan warna, bau, maupun kekentalan berdasarkan pengamatan langsung. Temuan ini menegaskan adanya ketidaksesuaian antara status inflamasi ambing dan kondisi fisik susu, di mana respon seluler tinggi tidak selalu diikuti oleh perubahan visual pada susu. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan CMT rutin untuk mendeteksi mastitis subklinis yang tidak teridentifikasi melalui pengamatan fisik, sekaligus memperkuat peran higiene pemerahan dalam menjaga mutu susu segar di tingkat peternakan.

Subclinical mastitis is a common udder health disorder in dairy cows that reduces milk production, quality, and safety without apparent clinical signs. Early detection using the California Mastitis Test (CMT) serves as an effective field method for assessing udder inflammation. This study aimed to analyze the distribution of CMT results in dairy cows from three districts in North Sumatra Province and to evaluate the relationship between udder inflammatory status and milk physical characteristics. A total of 154 milk samples were collected from lactating cows and tested using the CMT. The results showed no significant difference among districts (P = 0.986), with most samples classified as positive levels 2 and 3. All milk samples exhibited normal color, odor, and viscosity upon direct observation. These findings highlight a discrepancy between udder inflammatory status and milk appearance, indicating that elevated cellular responses are not always accompanied by visible physical changes. This emphasizes the importance of routine CMT screening to detect subclinical mastitis that cannot be identified through visual examination alone and supports the role of proper milking hygiene in maintaining the quality of fresh milk at the farm level.

Downloads

Published

2026-07-06