Potensi Nodul Beberapa Jenis Leguminosa pada Tanah Ultisol Sebagai Sumber Pupuk Hayati

Potential of Nodules from Several Legume Species in Ultisol Soil as a Source of Biofertilizer

Authors

  • Mardhiyetti Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Riesi Sriagtula Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Simel Sowmen Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia
  • Qurrata Aini Fakultas Peternakan, Universitas Andalas, Padang 25163, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/anr.v7i1.2582

Keywords:

leguminosa, ultisol, nodul, pupuk hayati, legume, nodule, biofertilizer

Abstract

Leguminosa merupakan tanaman  yang sangat baik sebagai makanan ternak, pada beberapa leguminosa dapat digunakan sebagai makanan atau lalapan dan juga digunakan sebagai tanaman obat. Kelebihan lainnya leguminosa memiliki kandungan protein yang tinggi dan juga terdapatnya nodul pada perakaran leguminosa yang dapat digunakan sebagai pupuk hayati, namun tidak semua leguminosa dapat membentuk nodul. Pembentukan nodul dapat terjadi apabila terdapatnya kompatibel antara bakteri Rhizobium dengan inangnya. Penelitian ini menggunakan 5 jenis leguminosa yaitu L1: lamtoro (Leucaena leucochepala); L2: kaliandra(Calliandra calothyrsus); L3: centrocema (Centrocema pubescen); L4: turi berbunga putih (Sesbania grandiflora) dan L5: turi berbunga merah (Sesbania grandiflora). Jenis tanah yang digunakan adalah ultisol. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa nodul hanya  terbentuk pada perakaran kaliandra (Caliandra calothyrsus) dan  centrocema (Centrocema pubescen). Nodul yang dapat digunakan sebagai inokulan untuk dapat dipergunakan sebagai sumber pupuk hayatadalah nodul aktif. Nodul aktif dicirikan dengan warna nerah pada nodul setelah dilakukan pencacahan atau di belah. Nodul aktif pada kaliandra (Caliandra calothyrsus) didapatkan 0.8% dan pada centrocema (Centrocema pubescen) 0.4%. Untuk mendapatkanPenelitian ini masih terbatas pada beberapa jenis leguminosa, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jenis leguminnosa lain untuk mengetahui simbiosis leguminosa dengan bakteri Rhizobium dalam membentuk nodul aktif untuk direkomendasikan sebagai pupuk hayati dan untuk mendapatkan jumlah nodul aktif yang banyak umur tanaman leguminosa perlu ditingkatkan.

Legumes are plants that are very good as livestock feed; some legumes can be used as food or raw vegetables and are also utilized as medicinal plants. Another advantage of legumes is their high protein content, as well as the presence of nodules on their roots, which can be used as biofertilizer; however, not all legumes are capable of forming nodules. Nodule formation can occur if there is compatibility between Rhizobium bacteria and their host plant. This study used 5 types of legumes, namely L1: lamtoro (Leucaena leucochepala); L2: kaliandra (Calliandra calothyrsus); L3: centrocema (Centrocema pubescens); L4: white-flowered turi (Sesbania grandiflora); and L5: red-flowered turi (Sesbania grandiflora). The soil type used was ultisol. The results obtained show that nodules only formed on the roots of kaliandra (Caliandra calothyrsus) and centrocema (Centrocema pubescen). Nodules that can be used as inoculants and serve as a source of biofertilizer are active nodules. Active nodules are characterized by a red color when chopped or split. Active nodules in kaliandra (Caliandra calothyrsus) were found to be 0.8%, and in centrocema (Centrocema pubescen) 0.4%. This research is still limited to a few types of legumes, so further studies with other legume species are needed to understand the symbiosis of legumes with Rhizobium bacteria in forming active nodules that can be recommended as biofertilizers, and to increase the number of active nodules, the age of the legume plants needs to be increased.

Downloads

Published

2026-07-06