Pemanfaatan Kulit Buah Kopi Sipirok Menjadi Produk Cuci Tangan Cair Berbasis Ekoenzim Melalui Program Pemberdayaan Sekolah Kejuruan

The Utilization of Sipirok Coffee Fruit Peel into Ecoenzyme-Based Liquid Hand Washing Products Through the Empowerment of Vocational School

Authors

  • Dwi Lestari Priwitaningrum Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Jalan Tridharma, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Julia Reveny Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Jalan Tridharma, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Chemayanti Surbakti Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Jalan Tridharma, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Rahmi Utami Program Studi Teknik lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan 20222, Indonesia
  • Tengku Mahmud Aria Lamatjiji Program Studi Teknik lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan 20222, Indonesia
  • Ezra Mirael Theresia Siregar Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Jalan Tridharma, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Ricky Samuel Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Jalan Tridharma, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Syahrial Lubis Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Jalan Tridharma, Padang Bulan, Medan 20155, Indonesia
  • Nabila Oktavia Andi Program Studi Teknik lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan 20222, Indonesia
  • Muliani Nurdiah Program Studi Teknik lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Padang Bulan, Medan 20222, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/anr.v7i1.2575

Keywords:

Kulit buah kopi, ekoenzim, sediaan cuci tangan cair, pengolahan limbah, pemberdayaan masyarakat, antibakteri, Coffee fruit peel, ecoenzymes, liquid hand wash preparations, waste treatment, community empowerment, antibacterial

Abstract

Salah satu bahan alam yang dapat membantu menjaga kebersihan tangan sekaligus merawat kulit tangan oleh karena bersifat antibakteri juga antioksidan, adalah kopi. Kopi produk unggulan Sipirok diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Produk samping pengolahan kopi yaitu berupa kulit biji kopi juga dapat diolah untuk menghasilkan ekoenzim yang kaya akan kandungan zat antibakteri serta aktivitas enzim protease yang tinggi sehingga dapat menjadi bahan baku yang baik untuk sediaan pembersih. Dalam hal ini, kulit buah kopi hasil produk samping pengolahan kopi di daerah Sipirok, Sumatera Utara, masih belum termanfaatkan secara optimal, bahkan berpotensi menjadi limbah organik yang dapat meningkatkan emisi gas di alam. Maka, untuk mengatasi masalah ini, Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan siswa dan guru di SMK Martabe Sipirok. Program ini bertujuan untuk mengolah kulit buah kopi menjadi sediaan cuci tangan cair yang mengandung ekoenzim dengan potensi antibakteri dan antioksidan. Metode pelaksanaan program terbagi menjadi tiga fase: pembuatan ekoenzim, formulasi sediaan cuci tangan cair, dan evaluasi mutu produk. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada transfer keterampilan teknis formulasi, tetapi juga pada peningkatan pemahaman mengenai konsep pengolahan limbah dan ekonomi sirkular bagi para siswa dan guru/komponen sekolah sehingga kelak diharapkan mereka dapat mengembangkan produknya dan terinspirasi untuk menciptakan produk kosmetik lainnya yang lebih kreatif dengan memanfaatkan kulit buah kopi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan peserta untuk mengolah potensi lokal menjadi produk pembersih inovatif. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan limbah organik dan peningkatan kesadaran akan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, program ini juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 3 (kesehatan), 9 (mendorong inovasi), 13 (bertindak mengatasi perubahan iklim dan dampaknya), dan 17 (memperkuat kemitraan untuk pengembangan berkelanjutan). Dengan demikian, program ini dapat menjadi model pemberdayaan sekolah kejuruan yang berbasis potensi lokal dan mendukung pengembangan yang berkelanjutan

One of the natural ingredients that can help maintain hand hygiene while taking care of the hand skin due to its antibacterial and antioxidant activity, is coffee. Sipirok's superior coffee is known to have a high antioxidant content. Coffee processing by-products, namely coffee fruit peels, can also be processed to produce ecoenzymes that are rich in antibacterial substances and high protease enzyme activity so that they can be good raw materials for cleaning preparations. In this case, coffee fruit peels from coffee processing by-products in the Sipirok area, North Sumatra are still not optimally utilized, and even have the potential to become organic waste that can increase gas emissions. Thus, to overcome this problem, the Faculty of Pharmacy, University of North Sumatra (USU) carried out a community service program by involving students and teachers at SMK Martabe Sipirok. This program aimed to process coffee fruit peels into liquid hand wash preparations that contain ecoenzymes with antibacterial and antioxidant potential. The method of implementing the program was divided into three phases: generating of ecoenzymes, formulation of liquid hand washing preparations, and product quality evaluation. This approach focused not only on the transfer of technical skills of formulation, but also on increasing understanding of the concepts of waste treatment and the circular economy. The results of the program showed a significant increase in participants' understanding and ability to cultivate local potential into innovative cleaning products. This program is expected to make a real contribution to the reduction of organic waste and increased awareness of environmental sustainability. In addition, the program also supports the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) 3 (health), 9 (encouraging innovation), 13 (acting on climate change and its impacts), and 17 (strengthening partnerships for sustainable development). Thus, the program can be a model for empowering vocational schools based on local potential and supporting sustainable development

Downloads

Published

2026-07-06