Penerapan Groundwater Recharge sebagai Solusi Banjir di Kawasan Permukiman Kelurahan Denai, Kota Medan
The Application of Groundwater Recharge as a Solution to Flooding in Residential Areas in Denai Village, Medan City
DOI:
https://doi.org/10.32734/anr.v7i1.2566Keywords:
Groundwater Rechargetion, Genangan, Banjir, Drainase, Permukiman, Waterlogging, Flooding, Drainage, SettlementsAbstract
Banjir merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama di Kota Medan yang sering terjadi, khususnya pada kawasan permukiman padat penduduk dengan sistem drainase yang kurang optimal. Program layanan masyarakat ini berfokus pada penerapan teknologi Ground Water Recharge (GWR) atau teknologi resapan air tanah sebagai strategi mitigasi banjir yang berkelanjutan di Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah dan mengurangi limpasan permukaan melalui pembangunan sistem sumur resapan berkedalaman 12 meter dengan menggunakan pipa PVC berdiameter 6 dan 8 inci. Selain aspek teknis, program ini juga menitikberatkan pada keterlibatan masyarakat secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, hingga pemeliharaan sistem. Pendekatan partisipatif ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya penurunan signifikan terhadap genangan air pascahujan serta peningkatan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap konservasi air tanah. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan teknologi GWR yang dikombinasikan dengan pendekatan sosial berbasis pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi risiko banjir perkotaan sekaligus mendukung terwujudnya sistem pengelolaan lingkungan permukiman yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Flooding is one of the main environmental problems in Medan City that occurs frequently, especially in densely populated residential areas with suboptimal drainage systems. This community service program focuses on the application of Ground Water Recharge (GWR) technology as a sustainable flood mitigation strategy in Denai Village, Medan Denai District. The main objective of this activity is to increase soil infiltration capacity and reduce surface runoff through the construction of a 12-meter-deep infiltration well system using 6- and 8-inch diameter PVC pipes. In addition to technical aspects, this program also emphasizes active community involvement in all stages of the activity, from planning and construction to system maintenance. This participatory approach aims to foster a sense of ownership and environmental awareness among the community. The results show a significant reduction in post-rain flooding and an increase in community understanding and awareness of groundwater conservation. This study concludes that the application of GWR technology combined with a community empowerment-based social approach can be an effective solution in reducing the risk of urban flooding while supporting the realization of a sustainable and climate adaptive residential environmental management system.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Agricultural and Natural Resources (ANR)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.