Fasilitas Kerja Ergonomis Meningkatkan Produktivitas Usaha Kue
Ergonomic Work Facilities Increase Cake Business Productivity
DOI:
https://doi.org/10.32734/anr.v7i1.2565Keywords:
Ergonomi, Fasilitas Kerja, Produktivitas, Usaha Kecil, Industri Roti, Ergonomics, Work Facilities, Productivity, Small Enterprises, Bakery IndustryAbstract
Usaha kue skala kecil yang masih mengandalkan proses manual umumnya menghadapi beban kerja fisik yang tinggi, waktu produksi yang lama, serta risiko gangguan muskuloskeletal yang berdampak pada produktivitas dan kualitas produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengevaluasi dampak penerapan fasilitas kerja ergonomis berupa mixer otomatis kapasitas 20 liter dan cetakan kue kipas pada usaha kue Adryan Food. Metode yang digunakan adalah pre–post intervention study dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Parameter yang diukur meliputi waktu pengadukan adonan, kapasitas produksi harian, dan keluhan muskuloskeletal pekerja menggunakan Standardized Nordic Questionnaire (SNQ). Hasil menunjukkan bahwa penggunaan mixer otomatis mampu menurunkan waktu pengadukan adonan dari 20 menit menjadi 12 menit per proses, meningkatkan kapasitas produksi harian dari 80 unit menjadi 105 unit atau meningkat sebesar 31,25%, serta menurunkan skor keluhan muskuloskeletal pekerja terutama pada bagian lengan, bahu, dan punggung. Selain itu, adonan yang dihasilkan menjadi lebih homogen sehingga mengurangi produk gagal dan meningkatkan konsistensi kualitas kue. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan fasilitas kerja ergonomis tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha, tetapi juga memperbaiki kesehatan dan kenyamanan pekerja.
Small-scale cake enterprises that still rely on manual processes generally face high physical workloads, long production times, and an increased risk of musculoskeletal disorders, which negatively affect productivity and product quality. This community service activity aims to evaluate the impact of implementing ergonomic work facilities in the form of a 20-liter automatic mixer and cake molds at Adryan Food. The method used was a pre–post intervention study by comparing conditions before and after the intervention. The measured parameters included dough mixing time, daily production capacity, and workers’ musculoskeletal complaints using the Standardized Nordic Questionnaire (SNQ). The results show that the use of an automatic mixer reduced dough mixing time from 20 minutes to 12 minutes per process, increased daily production capacity from 80 units to 105 units, representing an increase of 31.25%, and reduced musculoskeletal complaint scores, particularly in the arms, shoulders, and lower back. In addition, the resulting dough became more homogeneous, thereby reducing defective products and improving product quality consistency. These findings demonstrate that the implementation of ergonomic work facilities not only improves efficiency and productivity but also enhances workers’ health and comfort.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Agricultural and Natural Resources (ANR)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.