Pertumbuhan Vegetatif Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) pada Berbagai Tingkat Naungan dan Dosis Pupuk Organik Padatan
Vegetative Growth of Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) at Various Shading Levels and Solid Organic Fertilizer Doses
DOI:
https://doi.org/10.32734/anr.v7i1.2563Keywords:
sorgum, naungan, pupuk organi, pertumbuhan vegetatif, petroganik, sorghum, shade, organic fertilizer, vegetative growh, petroganicAbstract
Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) merupakan komoditas strategis yang penting untuk diversifikasi pangan dan ketahanan pangan, khususnya di lahan marginal. Namun, produktivitasnya di Indonesia sering belum optimal. Salah satu faktor pembatas utama adalah stres naungan, terutama dalam sistem tumpang sari, yang menyebabkan depresi fotosintesis dan menghambat pertumbuhan. Penggunaan pupuk organik padatan, khususnya Petroganik, diharapkan dapat memperbaiki kondisi perakaran dan serapan hara sebagai strategi mitigasi dampak negatif naungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons pertumbuhan vegetatif tanaman sorgum terhadap perbedaan tingkat naungan, berbagai dosis pupuk organik padatan Petroganik, serta interaksi antara kedua faktor perlakuan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Medan pada titik koordinat 3°34'51"N 98°36'57"E dengan ketinggian ± 29 mdpl mulai Maret hingga September 2025. Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan tiga ulangan digunakan. Petak utama adalah naungan (tanpa naungan dan naungan 40%). Anak petak adalah dosis pupuk Petroganik (0 g, 406 g, 506 g, dan 606 g per tanaman). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tanpa naungan memberikan pertumbuhan vegetatif lebih baik. Kombinasi tanpa naungan dan pupuk 606 g/tanaman memberikan rataan tertinggi untuk parameter diameter batang, tinggi tanaman, luas daun, volume akar, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Namun, rataan klorofil tertinggi justru ditemukan pada kombinasi naungan 40% dan pupuk 606 g/tanaman.
Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) is a strategic commodity for food diversification and security on marginal lands. However, its Indonesian productivity is often suboptimal. A primary limiting factor is shading stress, especially in intercropping, which induces photosynthetic depression and impedes growth. Applying solid organic fertilizer (Petroganik) is expected to improve root conditions and nutrient uptake to mitigate shading impacts. This study evaluated sorghum's vegetative growth response to different shading levels, Petroganik dosages, and their interaction. The research occurred in Medan (3°34'51"N 98°36'57"E; ± 29 masl) from March to September 2025. A Split-Plot Design (SPD) with three replications was used. Main plots were shading (no shading, 40% shading); subplots were Petroganik dosage (0, 406, 506, 606 g/plant). Results indicated the no-shading treatment yielded superior vegetative growth. The no-shading/606 g/plant combination yielded the highest means for stem diameter, plant height, leaf area, root volume, shoot dry weight, and root dry weight. However, the highest mean chlorophyll content was found in the 40% shading/606 g/plant combination.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Agricultural and Natural Resources (ANR)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.