Analysis of Labor Effectiveness Measurement Using Revenue per Employee and EBITDA per Employee Ratios

Authors

  • Imastuti Masitoh Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia 20155
  • Chairul Muluk Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia 20155
  • Prihatin Lumbanraja Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia 20155

DOI:

https://doi.org/10.32734/lwsa.v9i2.2859

Keywords:

Efektivitas Tenaga Kerja, Revenue per Employee, EBITDA per Employee, Produktivitas Tenaga Kerja, Agribisnis, Optimalisasi Tenaga Kerja, Labor Effectiveness, Workforce Productivity, Agribusiness, Human Capital Optimization

Abstract

Pengukuran efektivitas tenaga kerja merupakan aspek penting dalam menilai produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan. Indikator keuangan seperti Revenue per Employee (RPE) dan EBITDA per Employee (EPE) memberikan ukuran objektif mengenai sejauh mana sumber daya manusia mampu menghasilkan pendapatan dan laba. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemanfaatan tenaga kerja dengan membandingkan RPE dan EPE pada perusahaan agribisnis di Indonesia selama periode 2023–2024. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder, analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kesenjangan kinerja dan praktik terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan kinerja tinggi (misalnya SMAR dan TAPG) berhasil memanfaatkan perencanaan tenaga kerja strategis dan integrasi digital untuk mencapai produktivitas yang unggul, sementara perusahaan dengan kinerja rendah (misalnya LSIP dan BWPT) masih menghadapi hambatan akibat inefisiensi struktural. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi antara kinerja keuangan dan penilaian modal manusia dalam konteks agribisnis yang padat karya. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan manajemen sumber daya manusia strategis serta benchmarking kinerja, sekaligus memberikan wawasan praktis bagi manajer, investor, dan pembuat kebijakan.

Measuring labor effectiveness is essential in assessing a company’s productivity and operational efficiency. Financial indicators such as Revenue per Employee (RPE) and EBITDA per Employee (EPE) provide objective measures of how efficiently human resources generate revenue and profit. This study aims to evaluate labor utilization effectiveness by comparing RPE and EPE across Indonesian agribusiness firms during 2023–2024. Using a quantitative approach with secondary financial data, the analysis identifies performance gaps and best practices. Results show that high-performing companies (e.g., SMAR and TAPG) leverage strategic workforce planning and digital integration to achieve superior productivity, while low performers (e.g., LSIP and BWPT) struggle due to structural inefficiencies. The novelty of this study lies in integrating financial performance and human capital assessment within a labor-intensive agribusiness context. This contributes to strategic HRM and performance benchmarking, offering actionable insights for managers, investors, and policymakers.

Downloads

Published

2026-05-18