The Use of Activity-Based Management Methods in the Multipurpose Loan Disbursement Process to Improve Cost fficiency at Bank Sumut: A Case Study of Ngumban Surbakti Branch

Authors

  • Supriadi Student at Master of Management Study Program, Postgraduate School, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Rulianda Purnomo Wibowo Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Nazaruddin Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/lwsa.v9i2.2837

Keywords:

Activity-Based Management, Kredit Muliguna, Efisiensi Biaya, Aktivitas Tidak Bernilai Tambah, Multipurpose Loan, Cost Efficiency, Non-Value-Added Activities

Abstract

Kredit Multiguna (KMG) Bank Sumut merupakan sumber pendapatan yang signifikan, namun inefisiensi dalam prosesnya telah meningkatkan biaya operasional dan mengurangi keuntungan. Data keuangan dari tahun 2020 hingga 2024 menunjukkan pendapatan dan pengeluaran yang tidak konsisten, yang mengindikasikan perlunya peningkatan strategi manajemen biaya. Studi ini meneliti bagaimana Activity-Based Management (ABM) dapat diterapkan sebagai pendekatan untuk meningkatkan efisiensi biaya proses pemberian Kredit Multiguna (KMG), sehingga mampu mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi operasional sekaligus dapat meningkatkan profitabilitas. Studi ini menggunakan metode studi kasus deskriptif untuk menganalisis implementasi ABM dalam proses pemberian KMG di cabang Ngumban Surbakti dengan melakukan observasi langsung, wawancara mendalam dengan karyawan yang terlibat dan mengumpulkan dokumen berupa laporan keuangan untuk memberikan analisis mendalam tentang hubungan antara aktivitas, sumber daya dan biaya. Studi ini berhasil mengurangi biaya proses pinjaman KMG sebesar Rp 1.718.020.123 atau sebesar 9,76% melalui implementasi ABM, yang mengakibatkan penurunan total biaya aktivitas dari Rp 17.594.775.452 menjadi Rp 15.876.755.329. Dengan memanfaatkan ABM, bank dapat meningkatkan efisiensi biaya dan daya saing sekaligus mempertahankan kualitas layanan. Hal ini mencakup penghapusan peran yang tumpang tindih, konsolidasi verifikasi data dan pengalokasian kembali sumber daya untuk meningkatkan efisiensi alur kerja dan manajemen biaya operasional.

Bank Sumut's Multipurpose Loan (KMG) is a significant source of revenue; however, inefficiencies in its process have increased operational expenses and reduced profits. Financial data shows that from 2020 to 2024, revenue and expenses are inconsistent, indicating the need for improved cost management strategies. This study examines how Activity-Based Management (ABM) can be applied as an approach to improve the cost efficiency of the Multipurpose Loan (KMG) process, thereby reducing costs, enhancing operational efficiency, and increasing profitability. This study uses a descriptive case study method to analyse the implementation of ABM in the KMG lending process at the Ngumban Surbakti branch by conducting direct observations, in-depth interviews with the employees involved, and collecting documents in the form of financial reports to provide an in-depth analysis of the relationship between activities, resources, and costs. This study successfully reduced KMG's lending process costs by IDR 1,718,020,123 or (9.76%) through ABM implementation, resulting in a decrease in total activity costs from IDR 17,594,775,452 to IDR 15,876,755,329. By utilising ABM, they can enhance cost efficiency and competitiveness while maintaining service quality. This involves eliminating duplicate roles, consolidating data verification, and reallocating resources to improve workflow efficiency and operational cost management.

Downloads

Published

2026-05-18