Performance Measurement Using Balanced Scorecard (Study at PT Agro Sinergi Nusantara)
DOI:
https://doi.org/10.32734/lwsa.v9i2.2781Keywords:
Balanced Scorecard, Pengukuran Kinerja, Industri Kelapa Sawit, Analytical Hierarchy Process, BUMN, Performance Measurement, Palm Oil Industry, State-Owned EnterpriseAbstract
Penelitian ini mengevaluasi kinerja PT Agro Sinergi Nusantara (ASN), anak perusahaan BUMN di sektor kelapa sawit, dengan menggunakan kerangka Balanced Scorecard (BSC). BSC mengintegrasikan empat perspektif utama—keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan—untuk memberikan penilaian kinerja yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method, yaitu data kualitatif melalui wawancara dan kuesioner, serta data kuantitatif dari laporan keuangan audited periode 2021–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASN mencapai kinerja terbaik pada tahun 2022 di seluruh perspektif BSC, yang didukung oleh indikator profitabilitas dan efisiensi operasional yang meningkat. Namun, pada tahun 2023 terjadi penurunan signifikan, terutama pada indikator keuangan seperti margin laba bersih, return on investment (ROI), dan return on assets (ROA), yang mencerminkan lemahnya ekuitas dan meningkatnya liabilitas. Analisis dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) menegaskan bahwa perspektif keuangan menjadi prioritas strategis utama, diikuti oleh pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Implikasi manajerial penelitian ini menekankan pentingnya efisiensi biaya, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sistem umpan balik pelanggan yang lebih baik, serta penguatan praktik keberlanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menghadirkan bukti empiris penerapan BSC pada perusahaan sawit di bawah holding BUMN, serta menawarkan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dan manajemen dalam merancang strategi peningkatan kinerja yang seimbang dan berkelanjutan.
This study evaluates the overall performance of PT Agro Sinergi Nusantara (ASN), a state-owned enterprise subsidiary in the palm oil sector, using the Balanced Scorecard (BSC) framework. The BSC integrates four perspectives—financial, customer, internal business processes, and learning and growth—to provide a holistic assessment of organizational performance. A mixed-methods approach was employed, combining qualitative data from interviews and questionnaires with quantitative analysis of audited financial statements from 2021 to 2023. The findings reveal that ASN achieved its highest performance in 2022 across all BSC perspectives, supported by improved profitability indicators and operational efficiency. However, a significant decline occurred in 2023, particularly in financial metrics such as net profit margin, return on investment (ROI), and return on assets (ROA), reflecting weakened equity and rising liabilities. Analytical Hierarchy Process (AHP) results indicate that the financial perspective holds the highest strategic priority, followed by customer, internal process, and learning-growth dimensions. Managerial implications emphasize the urgent need for cost efficiency, enhanced human resource competence, improved customer feedback mechanisms, and strengthened sustainability practices. This study contributes to the literature by providing empirical evidence on the application of BSC in a palm oil company under a state-owned enterprise holding structure, offering practical insights for policymakers and managers in designing balanced and sustainable performance improvement strategies.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.