Bank Debt Restructuring as Part of The Implementation of The Financial Transformation Priority Program of PT Perkebunan Nusantara Group in Year 2020

Authors

  • Indaruwati Trivissta Andarini Student at Master of Management Study Program, Postgraduate School, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Meilita Tryana Sembiring Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Fahmi Natigor Nasution Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/lwsa.v9i2.2780

Keywords:

Restrukturisasi Utang, Transformasi Keuangan, Likuiditas Perusahaan, Insolvensi, Keberlanjutan Usaha, Debt Restructuring, Financial Transformation, Company Liquidity, Insolvency, Sustainable Business

Abstract

Pada periode 2017–2019, PTPN Group mengalami penurunan kinerja operasional dan keuangan yang ditandai dengan menurunnya produksi crude palm oil (CPO), karet, gula, dan teh, serta memburuknya rasio keuangan dan tekanan likuiditas yang berpotensi menimbulkan risiko financial distress. Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya produksi, beban bunga, serta tantangan dalam pengelolaan efisiensi operasional, investasi, dan utang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PTPN Group merumuskan kerangka strategi yang mencakup enam program prioritas, dengan transformasi keuangan sebagai salah satu fokus utama, khususnya melalui restrukturisasi utang bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi dampak restrukturisasi utang bank yang dilaksanakan secara konsolidasi di PTPN Group. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi dokumentasi, observasi, serta analisis deskriptif dan komparatif terhadap kinerja keuangan sebelum dan sesudah restrukturisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama periode 2017–2019 terjadi peningkatan biaya produksi dari Rp24,27 triliun menjadi Rp28,42 triliun serta kenaikan beban bunga dari Rp2,6 triliun menjadi Rp3,58 triliun, yang berkontribusi terhadap penurunan laba bersih hingga mengalami rugi bersih sebesar Rp2,53 triliun pada tahun 2019.Restrukturisasi utang bank dilakukan melalui skema jangka pendek dan jangka panjang untuk menjaga likuiditas dan keberlanjutan usaha. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa transformasi keuangan melalui restrukturisasi utang bank memiliki implikasi strategis terhadap perbaikan struktur keuangan, desain pascarestrukturisasi, serta peningkatan kinerja keuangan yang dianalisis melalui rasio keuangan, sekaligus memberikan implikasi manajerial bagi pengelolaan keuangan PTPN Group.

During the period from 2017 to 2019, PTPN Group experienced a decline in operational performance, as evidenced by the decreased production of crude palm oil, rubber, sugar, and tea. Financial ratios indicated a decline in financial performance, and PTPN faced liquidity pressure, with a potential risk of insolvency and financial distress in terms of bank debt repayment. PTPN encountered challenges in managing production costs, operational efficiency, investments, and debt. To address these issues, PTPN developed a strategic framework with six priority programs, including financial transformation. Bank debt restructuring was identified as the most urgent and prioritized aspect of the financial transformation program. The purpose of this study is to analyse, evaluate, and assess the impact of bank debt restructuring implemented on a consolidated basis within PTPN Group. Data collection methods include documentation, observation, and descriptive and comparative analysis to comprehensively examine the bank debt restructuring process. Initial analysis results showed a significant increase in production costs from IDR 24.27 trillion in 2017 to IDR 28.42 trillion in 2019, as well as an increase in interest expenses from IDR 2.6 trillion in 2017 to IDR 3.58 trillion in 2019. Net profit declined from IDR 0.37 trillion in 2017 to a net loss of IDR 2.53 trillion in 2019. The bank debt restructuring scheme includes short-term and long-term strategies to maintain liquidity and business sustainability. Conclusions from the financial transformation include restructuring schemes, post-restructuring designs, and performance comparisons through financial ratio analysis, as well as managerial implications of the debt restructuring undertaken by PTPN Group.

Downloads

Published

2026-05-18