Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Pengaruh Teknik dan Pelarut Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan dari Empat Jenis Ekstrak Daun Rosella (Hibiscus sabdariffa L.)

The Effect of Extraction Technique and Solvent on Anti-Oxidant Activity of Four Extracts of Rosella Leaves (Hibiscus sabdariffa L.)

Authors
  • Ari Sri Windyaswari Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Yenni Karlina Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Amalia` Junita Universitas Sumatera Utara
Issue       Vol 1 No 3 (2018): TALENTA Conference Series: Tropical Medicine (TM)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/tm.v1i3.254
Keywords: Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) daun anti oksidan DPPH
Published 2018-12-19

Abstract

Tanaman rosella merupakan tanaman asli dari benua Asia (India hingga Malaysia) dan benua Afrika. Kultivasi bagian bunga, daun, dan biji dari tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.) telah lama digunakan oleh masyarakat sebagai bahan makanan dan pengobatan empiris. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan tanaman rosella memiliki aktivitas farmakologi sebagai antikanker, antibakteri dan antioksidan. Telah dilaporkan bahwa bagian daun dan akar rosella dilaporkan mengandung senyawa fenolik terbanyak dibandingkan dengan bagian lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik dan pelarut ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan dari empat jenis ekstrak daun rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Teknik ekstraksi yang dilakukan adalah maserasi, infus dan refluk menggunakan pelarut air dan pelarut etanol. Aktivitas peredaman radikal bebas DPPH teridentifikasi pada pola kromatogram lapis tipis dengan penampak bercak DPPH 0,2% dari seluruh ekstrak daun rosella. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH dilakukan terhadap seluruh ekstrak daun rosella, yaitu ekstrak air teknik maserasi (AM), ekstrak air teknik infus (AI), ekstrak etanol teknik maserasi (EM), serta ekstrak etanol teknik refluk (ER). Nilai IC50 ekstrak AM, AI, EM dan ER berturut-turut adalah: 0,00056 ppm (sangat kuat); 0,00057 (sangat kuat); 0,00044 ppm (sangat kuat); 0,00092 ppm (sangat kuat). Metode penyarian metabolit sekunder optimal untuk aktivitas antioksidan pada daun rosella adalah teknik ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol (ER).

 

Rosella is one of a native plant from Asia (India to Malaysia) and Africa. The Flowers, leaves, and seeds cultivated from rosella (Hibiscus sabdariffa L.) have been used in folk medicine as food and empirical treatment.  The previous study reported the pharmacological activities of rosella as anti-cancer, anti-bacterial and anti-oxidant.  It has been reported that leaf and root of rosella found to have phenolic compounds as the major components. This research was conducted to evaluate the effect of extraction technique and solvent on the anti-oxidant activity of four extracts of rosella leaves (Hibiscus sabdariffa L.). The extraction techniques include maceration, infusion and reflux with water and ethanol. Scavenging activities of DPPF free radical of all rosella leaves extracts were identified by thin layer chromatography, indicated by DPPH 0,2% reagent. The evaluation of antioxidant activity using scavenging DPPH free radical method was performed to all rosella leaves extract, including water extract by maceration method (AM), water extract by infusion method (AI), ethanol extract by maceration method (EM), ethanol extract by reflux method (ER).  The IC50 values of AM, AI, EM and ER were 0,00056 ppm (very strong); 0,00057 (very strong); 0,00044 ppm (very strong); 0,00092 ppm (very strong). The most optimum method to extract secondary metabolite with anti-oxidant properties was maceration with ethanol (ER).