Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Pemanfaatan Karbon Aktif Ampas dalam Mereduksi Asam Lemak Bebas (Free Fatty Acid) pada Minyak Goreng Bekas sebagai Biodiesel

The Utilization of Waste Activated Carbon in Reducing Free Fatty Acid in Used Cooking Oil as Biodiesel

Authors
  • Reka M. Sari Universitas Sumatera Utara
  • Agus Kembaren Universitas Negeri Medan
Issue       Vol 2 No 1 (2019): Talenta Conference Series: Science and Technology (ST)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/st.v2i1.329
Keywords: asam lemak bebas biodiesel karbon aktif
Published 2019-01-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pretreatment minyak goreng bekas dengan karbon aktif ampas tebu, mengetahui pengaruh variasi katalis terhadap biodiesel dan mengetahui variasi konsentrasi persen berat katalis NaOH yang menghasilkan FAME biodiesel yang maksimum dengan metode transesterifikasi langsung. Pretreatment minyak dilakukan dengan karbon aktif ampas tebu yang diaktivasi dengan H3PO4 pada suhu 400 °C dan massa karbon aktif yaitu 10 g, lalu di uji kualitas minyak berdasarkan standar SNI 01-2901-2006 yang meliputi kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Biodiesel yang dihasilkan diuji sesuai SNI 04-7182-2006 yaitu bilangan asam, bilangan iod dan densitas serta mengidentifikasi senyawa pembentuk metil ester dengan GC (Gas Chromatography). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pretreatment minyak goreng bekas dengan menggunakan karbon aktif dari ampas tebu efektif menurunkan ALB pada minyak goreng bekas sebesar 0,336% dan bilangan peroksida 6,99 mek/kg sesuai SNI 06-3730-1995 sehingga dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan biodiesel dengan transesterifikasi langsung menggunakan katalis 1% NaOH. Didapat densitas biodiesel adalah 0,8599 g/mL, bilangan iod yaitu 57,3625% massa dan bilangan asam yaitu 0,6731%. Komposisi FAME oleat, linoleat dan palmitat yaitu 43,4181%, 10,5952%, 38,6358.

 

This study aimed to determine the pretreatment of used cooking oil with bagasse activated carbon, the effect of variations in catalysts on biodiesel and the variation in the concentration of weight percentage of NaOH catalyst which produced the maximum biodiesel FAME using the direct transesterification method. Oil pretreatment was carried out with bagasse activated carbon activated with H3PO4 at a temperature of 400°C and activated carbon mass of 10 g, and oil quality was tested based on SNI 01-2901-2006 standards including free fatty acid and peroxide numbers. The biodiesel produced tested according to SNI 04-7182-2006 were acid numbers, iodine numbers, and densities and identified methyl ester forming compounds with GC (Gas Chromatography). The results showed that the pretreatment of used cooking oil using activated carbon from bagasse was effective in reducing ALB in used cooking oil by 0.336% and peroxide number by 6.99 mek/kg according to SNI 06-3730-1995 so that it could be used as raw material for making biodiesel with direct transesterification using a 1% NaOH catalyst. The density of biodiesel was 0.8599 g/mL. Iodine number was 57.3625% mass and acid number was 0.6731%. The composition of FAME oleate, linoleic and palmitate was 43.4181%, 10.5952%, 38.6358.

How to Cite
Sari, R. M., & Kembaren, A. (2019). Pemanfaatan Karbon Aktif Ampas dalam Mereduksi Asam Lemak Bebas (Free Fatty Acid) pada Minyak Goreng Bekas sebagai Biodiesel. Talenta Conference Series: Science and Technology (ST), 2(1), 124-128. https://doi.org/10.32734/st.v2i1.329