Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Petani Lahan Gambut Desa Lukun

Peatland Farmers of Lukun Village

Authors
  • Seger Sugiyanto Jurusan Sosiologi, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Wayan Sepiyana Jurusan Sosiologi, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Mita Rosaliza Jurusan Sosiologi, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia
  • Ashaluddin Jalil Jurusan Sosiologi, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia
Issue       Vol 2 No 1 (2019): Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/lwsa.v2i1.626
Keywords: Petani Karet Gambut Desa Lukun
Published 2019-11-20

Abstract

Abstract
The revitalization program initiated by the Peatland Restoration Agency of the Republic of Indonesia in collaboration with the Disaster Study Center of LPPM Universitas Riau is now providing new livelihood alternatives through aquaculture by utilizing the potential of local fish. This effort is at the same time to fulfill the high demand for fish in Lukun Village which is not balanced with insufficient fishing catches. Slowly, people are starting to be interested in fish farming, although not yet wholeheartedly. The interest of rubber farmers in the cultivation of local peat swamps is part of maintaining the sustainability of peat as indicated by their involvement in every activity of maintenance, maintenance and manufacture of fish pellets. In addition, this type of livelihood does not interfere with or become a threat to peat so that when there are many interested rubber farmers it will not be a problem. In addition to being offered by cultivating fish farmers are also given training to be able to produce fish pellet materials independently in order to minimize the cost of fish feed at once if the excess yield can be marketed.

 

Penelitian ini mengamati pola perubahan mata pencaharian petani karet pasca kebakaran di tahun 2015. Program revitalisasi yang digagas oleh Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia bekerjasama dengan Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Riau kini memberi alternatif mata pencaharian baru melalui budidaya perikanan dengan memanfaatkan potensi ikan lokal. Upaya ini sekaligus untuk memenuhi tingginya kebutuhan ikan di Desa Lukun yang tidak diimbangi dengan hasil tangkapan nelayan yang tidak mencukupi. Secara perlahan masyarakat mulai tertarik untuk budidaya ikan meskipun belum sepenuh hati. Ketertarikan petani karet terhadap budidaya ikan lokal rawa gambut merupakan bagian dari menjaga kelestarian gambut ditunjukkan dengan keterlibatan mereka dalam setiap kegiatan pemeliharaan, perawatan, dan pembuatan pelet ikan. Di samping itu jenis mata pencaharian ini tidak mengganggu atau menjadi ancaman bagi gambut sehingga apabila nantinya banyak petani-petani karet yang tertarik maka tidak akan menjadi sebuah masalah. Selain ditawarkan dengan membudidayakan ikan petani juga diberi pelatihan untuk dapat memproduksi bahan pelet ikan secara mandiri agar dapat meminimalkan biaya pakan ikan sekaligus bila berlebih hasilnya dapat dipasarkan.