Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Strategi Peningkatan Mutu Gula Merah Aren Menjadi Gula Semut Di Lingkungan Lomban Lobu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan

Authors
  • Netti Herlina
  • Amir Husin
  • Meutia Nurfahasdi
  • Isra’ Suryati
Issue       Vol 4 No 1 (2021): Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat 2020
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/lwsa.v4i1.1182
Keywords: Gula semut aren gula semut Arse Nauli oven pengering gula semut
Published 2021-04-01

Abstract

Sejak dahulu gula merah aren sangat terkenal sebagai sentra dari Kota Sipirok yang merupakan ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatera Utara. Kecamatan yang paling banyak menghasilkan gula aren (merah) cetak adalah Kecamatan Arse. Gula aren Sipirok terkenal keasliannya, rasanya enak dan wanginya yang khas. Pengrajin gula aren di Sipirok sebagian besar masih memproduksi gula aren dalam bentuk cetak, padahal saat ini konsumen lebih menyukai gula aren dalam bentuk gula semut karena mudah dan praktis dalam penggunaannya. Tingginya permintaan pasar gula semut di Sumatera Utara belum bisa mengimbangi besarnya kapasitas produksi para petani. Hal ini disebabkan masih sedikitnya pengrajin gula aren yang memproduksi gula semut. Permasalahan mendasar dalam memproduksi gula semut aren adalah karena masih minimnya pengetahuan tentang cara membuat gula semut, harga peralatan produksi yang cukup mahal dan kurangnya pemahaman terhadap prospek ekonomi bisnis gula semut. Proses produksi saat ini masih menggunakan cara tradisional dan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, produksi yang dihasilkan tidak memiliki quality control. Untuk menghasilkan produksi gula semut yang baik, kadar air gula semut harus di bawah angka 3% agar dapat tahan sampai 2 tahun masa penyimpanan (dalam kondisi kedap). Untuk mencapai kondisi ini, dibutuhkan suatu alat oven pengering untuk mengurangi kadar air pada gula semut. Tim PPM USU telah memberikan satu unit alat oven pengering dengan kapasitas 24 Kg dilengkapi dengan kondensor suhu, dan waktu. Dengan adanya bantuan alat oven pengering, kualitas produk gula semut aren yang dihasilkan dari segi warna dan kadar air terkontrol, produksi semakin baik dan meningkat.