Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Pengembangan Keamanan Pangan Produk Pepaya Di Desa Rahuning II Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan

Authors
  • P.M.P Marbun Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • R.I.M Damanik Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
Issue       Vol 4 No 1 (2021): Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat 2020
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/lwsa.v4i1.1172
Keywords: Organik pepaya pestisida nabati
Published 2021-04-01

Abstract

Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat petani pepaya organik dengan topik pengembangan keamanan pangan produk pepaya di Desa Rahuning II Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk pendekatan kepada masyarakat, untuk secara konsisten memproduksi pepaya organik. Produk pertanian pada umumnya tidak terlepas dari penggunaan pestisida maupun pupuk kimia. Saat ini relatif sulit memperoleh produk pertanian organik yang konsisten dalam produksinya. Kelompok Tani Sehati telah mampu memproduksi produk pepaya organik. Konsisten produksi pepaya organik ini diharapkan mampu memberikan kesempatan segmen produk baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilaksanakan beberapa tahapan kegiatan. Pertama adalah kegiatan pemantauan awal untuk mengetahui kondisi riil lokasi pengabdian dan mengidentifikasi secara nyata masalah yang dihadapi masyarakat. Tahap kedua adalah mensosialisasikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memberdayakan petani pepaya dengan aplikasi teknologi produksi pepaya secara organik. Tahap ketiga adalah menyediakan dan mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana produksi pepaya organik. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam waktu 6 bulan. Target dan luaran dari program ini adalah: 1) Anggota kelompok Tani Sehati menyadari pentingnya produksi pepaya organik secara konsisten, 2). Anggota Kelompok Tani Sehati memiliki kemampuan memproduksi pepaya organik yang baik dan benar, 3). Masyarakat memahami teknologi produksi budidaya pepaya yang relevan.