Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Peran Kelompok Ibu Rumah Tangga Dalam Upaya Pencegahan ISPA Pada Balita Dengan Pemanfaatan Terapi Komplementer Dan Terapi Pijat Di Kelurahan Medan Sunggal

Authors
  • Lufthiani Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Cholina Trisa Siregar Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Evi Karota Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Siti Zahara Nasution Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Reni Asmara Ariga Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
Issue       Vol 4 No 1 (2021): Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat 2020
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/lwsa.v4i1.1166
Keywords: Ibu rumah tangga peran pemanfaatan terapi komplementer terapi pijat
Published 2021-04-01

Abstract

Anak-anak rata-rata mengalami tiga sampai enam infeksi saluran pernapasan setiap tahun. Infeksi saluran pernafasan umumnya disebabkan oleh virus, terutama pilek dan flu, bahkan beberapa paru-paru dan infeksi telinga disebabkan oleh bakteri. Penggunaan Terapi Komplementer dan Terapi Pijat pada Balita dapat membantu untuk mengurangi dampak kejadian penyakit khususnya ISPA pada Balita di rumah sebagai terapi alternatif pengobatan mandiri untuk keluarga. Keterlibatan peran Ibu di masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak langsung dalam pelaksanaan program untuk menciptakan, meningkatkan kemampuan hidup sehat pada Balita secara berkesinambungan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi, pelatihan dan pendampingan kepada 41 orang kelompok Ibu. Pelaksanaan kegiatan pada kelompok Ibu diawali dengan memberikan pre tes, memberikan penyuluhan kesehatan tentang pemanfaatan terapi komplementer, simulasi terapi herbal dan pelatihan pijat Balita kepada Kader dan kelompok Ibu, kegiatan dievaluasi dengan pengisian Post tes. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat setelah dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan dan pelatihan diperoleh pengetahuan baik tentang terapi komplementer (75,6%) dan pengetahuan cukup sebesar (24,4%), sedangkan hasil pengetahuan tentang terapi pijat baik dengan hasil kategori baik menjadi (87,8%) dan pengetahuan dengan kategori cukup diperoleh (12,2%). Diharapkan ibu berperan penting dapat menjadi penggerak dan promotor kesehatan dalam upaya pencegahan masalah kesehatan dengan menggunakan Terapi Komplementer dan Terapi Pijat pada Balita.