Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Perancangan Desain Produk Alat Pemeras Tebu Elektrik dengan Menggunakan Metode Quality Deployment(QFD)

Authors
  • Andika Ramadani Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik , Universitas Medan Area Jl. Kolam No. 1 Medan, Indonesia
  • Muhammad Habibullah Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik , Universitas Medan Area Jl. Kolam No. 1 Medan, Indonesia
  • Muhammad Rizky Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik , Universitas Medan Area Jl. Kolam No. 1 Medan, Indonesia
Issue       Vol 2 No 3 (2019): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v2i3.747
Keywords: Alat Pemeras Tebu Quality Function Deployment(QFD) Perancangan Produk
Published 2019-12-19

Abstract

Tebu merupakan tanaman yang mengandung sari gula. Alat pemeras tebu adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memisahkan antara sari tebu dengan ampas tebu. Cara kerja mesin pemeras tebu secara umum yaitu tebu dimasukkan kedalam lubang pemeras tebu hingga keluar sari tebu. Keterbatasan tempat pedagang es tebu dalam menjalankan usaha pada lokasi tertentu dikarenakan tingkat kebisingan mesin dapat mengganggu lingkungan sekitar. Dan rendahnya kecepatan proses produksi pada mesin pemerasan es tebu. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Merancang mesin pemeras tebu yang memudahkan pedagang, (2) Membuat inovasi pada mesin pemeras tebu, (3) Memudahkan proses pemeras tebu dengan tenaga elektrik. Untuk merancang suatu produk dalam hal ini alat pemeras tebu, diperlukan suatu metode agar perancangan dapat diketahui dengan baik. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode Quality Function Deployment dimana pengertiannya adalah suatu metode yang mencakup untuk mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan konsumen pada suatu produk dan kebutuhan tersebut haruslah diintegrasikan pada spesifikasi-spesifikasi produk yang dikembangkan. Dan pada metode ini memiliki tujuan utama yaitu memprioritaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan secara lisan dan tidak lisan, menerjemahkan kebutuhan kedalam karakteristik teknis dan spesifikasi dan membangun serta memberikan kualitas produk atau layanan dengan memfokuskan setiap kepuasan pelanggan. Hasil pendekatan dengan metode QFD menunjukan bahwa kinerja karakteristik teknik dengan nilai tertinggi pada usia pakai alat pemeras tebu dengan nilai derajat kepentingan sebesar 20%, kemudian karakteristik teknik kekuatan bahan dan kualitas mesin dengan masing-masing nilai derajat kepentingan sebesar 16%. Sedangkan dari 11 atribut kebutuhan konsumen yang memperoleh nilai relative weight tertinggi adalah nilai tambah pada alat pemeras tebu dengan nilai relative weight sebesar 17,09%.Dan perkiraan biaya pada alat pemeras tebu ini relative murah dengan harga Rp.1.000.000,00 per unit. Dengan tingkat kesulitan dalam proses pembuatan produk cukup mudah.