Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Analisis Penyebab Kecacatan pada Lampu Surya SQL L4301N Menggunakan Seven Tools, FTA, dan FMEA

Authors
  • Rosnani Ginting Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, St. Tri Dharma, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Iin Tania Primsa Industrial Engineering Department, Engineering Faculty, St. Tri Dharma, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Issue       Vol 2 No 3 (2019): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v2i3.708
Keywords: Kontrol Kualitas Tujuh Alat FTA FMEA
Published 2019-12-19

Abstract

Kualitas adalah karakteristik produk yang menjadi tolok ukur dalam memenuhi kepuasan pelanggan. Setiap perusahaan memiliki
cara mereka sendiri dalam mengendalikan kualitas, baik untuk produk maupun proses produksi. Dalam penelitian ini, proses
metode kontrol kualitas seperti tujuh alat, Fault Tree Analysis (FTA), Mode Kegagalan dan Analisis Efek (FMEA), dan tujuh alat
baru digunakan untuk mengurangi jumlah cacat dalam perakitan Lampu Solar SQL L4301N, keduanya disebabkan oleh
kesalahan pengambilan. komponen, meletakkan komponen, serta kesalahan dalam penyolderan komponen. Hal ini dilakukan
untuk menemukan akar penyebab kecacatan dan menemukan solusi untuk meminimalkan kesalahan dalam pemasangan lampu.
Dalam penggunaan tujuh alat, yaitu stratifikasi, lembar periksa, histogram, diagram pareto, diagram sebar, diagram sebab dan
akibat, dan diagram kontrol, ditemukan bahwa dalam proses perakitan Lampu Solar SQL L4301N masalah terbesar terjadi di
pusat-pusat kerja IV, III dan I. Berdasarkan identifikasi akar penyebab masalah menggunakan FTA, dapat diketahui bahwa
penyebabnya adalah melalui faktor manusia yang kurang terbiasa menggunakan solder, faktor bahan baku karena komponennya
yang sulit dibedakan atau ukurannya terlalu kecil sehingga sulit untuk menyolder, faktor lingkungan kerja karena ruangan yang
bising dan area kerja yang sempit, faktor peralatan karena solder dan obeng tidak maksimal, serta faktor metode kerja karena
tidak ada SOP dan teknik penyolderan yang salah. Dari hasil penggunaan FMEA diketahui bahwa komponen yang paling umum
dari kegagalan dan fokus utama dalam perbaikan adalah pusat kerja IV dengan nilai RPN 210, yaitu karena penyolderan yang
tidak memadai.