Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Perencanaan Kanal Tano Ponggol Sebagai Kawasan Ekowisata di Kabupaten Samosir

Authors
  • Edwin Novpriandi Universitas Sumatera Utara
  • Dwira Nirfalini Aulia Universitas Sumatera Utara
Issue       Vol 2 No 1 (2019): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v2i1.387
Keywords: Tano Ponggol Canal
Published 2019-05-31

Abstract

Kanal Tano Ponggol merupakan satu-satunya kanal yang terdapat di Kabupaten Samosir yang memiliki peran penting dulunya hingga saat ini. Kanal ini memisahkan pulau Sumatera dan Pulau Samosir, yang dulunya digali pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Kanal Tano Ponggol sengaja digali dulunya untuk memudahkan kegiatan nelayan, yang sebelum da kanal menarik sampannya pada dataran yang rendah dari satu sisi ujung kanal ke ujung kanal lainnya untuk menangkap ikan. Sayangnya kanal Tano Ponggol kondisinya saat ini tidak di pelihara dan terawat dengan baik dan dibiarkan begitu saja, sehingga tidak memiliki daya tarik sedikitpun untuk pengunjungselaku wisatawan. Kanal Tano Ponggol merupakan salah satu potensi yang ada di Samosir sebagai destinasi tujuan wisata, perencanaan kanal ini nantinya berkonsepkan Ekowisata, dimana memanfaatkan potensi alamnya diutamakan daripada bangunan-bangunan buatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Deskriptif Analitis, dimana peneliti mengkaji kebijakan RDTR Kawasan Perkotaan Pangururan Tahun 2007-2017 yang fokusnya pada kebijakan pemerintah terhadap perencanaan Kanal Tano Ponggol Tersebut. Dengan merencanakan Kanal sebagai salah satu tujuan wisata di Samosir nantinya diharapkan mampu berdampak pada peningkatan pendapatan daerahnya sendiri, terutama untuk kesejahteraan penduduk yang ada pada kawasan perencanaan atau sekitar kanal.

 

The Ponggol Tano Canal is the only canal in Samosir District which has had an important role until now. This channel separates the island of Sumatra and Samosir Island, which was once excavated during the Dutch colonial administration. The Tano Ponggol canal was deliberately excavated to facilitate fishermen's activities, which before the canal drew its boat on a low plain from one end of the canal to the other end of the canal to catch fish. Unfortunately, the condition of the Tano Ponggol canal is currently not maintained and well maintained and left just like that, so it does not have the slightest attraction for visitors as tourists. Tano Ponggol canal is one of the potentials in Samosir as a tourist destination, planning this canal will conceptualize Ecotourism, which utilizes its natural potential to be prioritized over artificial buildings. The research method used in this research is Descriptive Analytical, where the researcher examines the policy of the RDTR of Pangururan Urban Area in 2007-2017 which focuses on government policies on the planning of the Tano Canal. By planning the Canal as one of the tourist destinations in Samosir, it is hoped that it will be able to have an impact on increasing its own regional income, especially for the welfare of the population in the planning area or around the canal.