Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Tata Guna Lahan Bukit Lawang sebagai Kawasan Wisata Berkelanjutan

Authors
  • Nurlisa Ginting Universitas Sumatera Utara
  • Selly Veronica Universitas Sumatera Utara
Issue       Vol 2 No 1 (2019): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v2i1.381
Keywords: Land Use System Conservation Wisata Bukit Lawang
Published 2019-05-17

Abstract

Bukit Lawang merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menjadi tujuan wisata di Kabupaten Langkat. Aktivitas wisata dan konservasi yang terdapat di Bukit Lawang harus diakomodasi dengan adanya perencanaan tata guna lahan yang tepat. Tata guna lahan Bukit Lawang sebagai kawasan konservasi yang tidak direncanakan dengan mempertimbangkan adanya aktivitas wisata dapat menyebabkan gangguan terhadap kelestarian kawasan. Sebagai bagian dari kawasan konservasi maka perecanaan tata guna lahan yang paling tepat dilakukan untuk memaksimalkan potensi wisata Bukit Lawang adalah dengan konsep wisata berkelanjutan. Penelitian tata guna lahan Bukit Lawang ini dilakukan dengan metode kualitatif dimana data yang digunakan adalah data hasil observasi lapangan dan kajian literatur. Analisa pada ata guna lahan menggunakan tiga elemen yaitu pembatasan zona; pembagian fungsi; dan peningkatan nilai kawasan. Penelitian ini menghasilkan perencanaan tata guna lahan Bukit Lawang sebagai kawasan wisata berkelanjutan

 

Bukit Lawang is part of the conservation area of Mountain Leuser National Park (Taman Nasional Gunung Leuser / TNGL) whichis a tourist destination in Langkat Regency. The tourism and conservation activities in Bukit Lawang must be accommodated withthe right land use planning. The use of Bukit Lawang land as a conservation area that is not planned by considering the existenceof tourist activities can disrupt the sustainability of the area. As part of a conservation area, the most appropriate land use planning to maximize Bukit Lawang's tourism potential is the concept of sustainable tourism. The Bukit Lawang land use research wasconducted with a qualitative method where the data used were data from field observations and literature studies. Analysis of landuse uses three elements, namely zone limitation; division of functions; and increasing regional value. This research resulted in landuse planning for Bukit Lawang as a sustainable tourism area.