Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Analisis Faktor Resiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Operator Mesin Bubut di Bengkel Bina Bersama Menggunakan Metode Quick Exposure Check (QEC) dan ¬¬Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dengan Software Ergo Fellow

Authors
  • Donni Syahrial Hanafi Daulay Program Doktoral, Fakultas Teknik, Universitas Utara, Jl. Dr. Mansyur No. 9, Kota Medan 20222, Indonesia
  • Eriek Pradika Pakpahan Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. Mansyur No. 9, Kota Medan 20222, Indonesia
  • Mohammad Azmi Fadli Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. Mansyur No. 9, Kota Medan 20222, Indonesia
Issue       Vol 6 No 1 (2023): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v6i1.1871
Keywords: Musculoskeletal Disorder MSDs QEC RULA
Published 2023-10-20

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (MSDs) merupakan keluhan yang terjadi pada otot dan rangka, dengan tingkat keparahan yang dapat bervariasi. Jika dalam waktu yang lama otot terus mengalami beban yang statis, hal ini kemudian dapat merusak sendi, ligamen, dan tendon. Postur dan gerakan memiliki peran penting dalam bidang ergonomi, dan postur yang tidak alamiah dapat meningkatkan risiko cedera otot. Biasanya, karakteristik tugas, penggunaan alat kerja yang tidak sesuai, dan stasiun kerja yang tidak mempertimbangkan kemampuan dan batasan pekerja menyebabkan kerja yang tidak alami. Salah satu contohnya adalah operator mesin bubut, yang rentan terhadap gangguan muskuloskeletal karena pekerjaan tersebut seringkali dilakukan dengan sikap kerja yang tidak ergonomis. Oleh karena itu, diadakan analisis di Bengkel Bina Bersama menggunakan metode Quick Exposure Check dan Rapid Upper Limb Assessment dengan bantuan software Ergo Fellow 3.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis postur kerja serta keluhan yang dialami oleh pekerja menggunakan QEC dan RULA melalui penggunaan software Ergo Fellow. Hasil penelitian di Bengkel Bina Bersama menunjukkan adanya keluhan MSDs yang dialami oleh operator mesin bubut, seperti rasa sakit pada pergelangan tangan, bahu/lengan, leher, dan punggung. Analisis QEC menghasilkan skor 30 untuk punggung, 32 untuk bahu/lengan, 40 untuk pergelangan tangan, dan 18 untuk leher, dengan total skor sebesar 120 dan tingkat paparan sebesar 74,07%. Sementara itu, hasil pengukuran RULA dengan menggunakan software Ergo Fellow menunjukkan skor sebesar 6. Kedua alat tersebut memberikan hasil yang serupa, yaitu pada tingkat tindakan 3 yang menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut dan perbaikan dalam waktu dekat.

Musculoskeletal disorders (MSDs) are complaints that affect the muscles and skeletal system, ranging from mild to severe. If muscles are continuously subjected to static loads for prolonged periods, it can lead to damage to joints, ligaments, and tendons. Posture and movement play a crucial role in ergonomics, and unnatural postures can increase the risk of muscle injuries. Typically, unnatural working postures are caused by task characteristics, improper use of tools, and workstations that do not consider the capabilities and limitations of the workers. One example is machine lathe operators, who are prone to musculoskeletal disorders due to frequently adopting non-ergonomic working postures. Therefore, an analysis was conducted at the Bina Bersama Workshop using the Quick Exposure Check and Rapid Upper Limb Assessment methods, with the assistance of Ergo Fellow 3.0 software. This study aimed to measure and analyze work postures and worker complaints using QEC and RULA with Ergo Fellow software. The research findings at the Bina Bersama Workshop revealed MSD complaints experienced by machine lathe operators, such as wrist pain, shoulder/arm discomfort, neck pain, and backache. The QEC analysis resulted in scores of 30 for the back, 32 for the shoulder/arm, 40 for the wrist, and 18 for the neck, with a total score of 120 and an exposure level of 74.07%. The RULA measurement using Ergo Fellow software obtained a score of 6. Both methods indicated the same result, falling under action level 3, indicating the need for further investigation and prompt intervention.