Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Pengaruh Isian Propelan terhadap Kecepatan Proyektil Munisi Kaliber 40x46 mm Non-Lethal dengan Variasi Isian Propelan 0,200 gr; 0,250 gr dan 0,300 gr

Authors
  • Yudistira Sanjiwani Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Jln. Veteran, Malang 65145, Indonesia
  • Pratikto Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Jln. Veteran, Malang 65145, Indonesia
  • Yudy Surya Irawan Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Jln. Veteran, Malang 65145, Indonesia
Issue       Vol 6 No 1 (2023): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v6i1.1867
Keywords: Amunisi Non-lethal Propelan 40x46 mm Ammunition Propellant
Published 2023-10-20

Abstract

Amunisi kaliber 40x46 mm Non-lethal adalah salah satu jenis munisi yang banyak digunakan sebagai munisi pengendalian huru hara menggunakan efek impact menimbulkan rasa nyeri pada sasaran dikenai sehingga dapat melumpuhkan target. Pengembangan munisi ini telah dimulai sejak empat puluh tahun yang lalu diawali dengan penggunaannya di Inggris. Saat ini, industri pertahanan dalam negeri juga sudah mulai mengembangkan jenis munisi ini dalam rangka meningkatkan kapabilitas dan kemandirian untuk memenuhi kebutuhan TNI/POLRI. Namun dalam pengembangannya diperlukan kecepatan proyektil yang sesuai untuk menghasilkan efek nyeri tanpa menimbulkan cedera permanen pada tubuh sasaran yang dikenai. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan cara menyusun munisi kaliber 40x46 mm Non-lethal dengan beberapa variasi jumlah isian propelan (mprop), yaitu 0,200 gram, 0,250 gram dan 0,300 gram. Eksperimen dilakukan dengan cara menembakkan munisi satu per satu dan mengukur kecepatan proyektil dengan menggunakan perangkat uji balistik kaliber 40 mm yang telah diatur pada jarak dua meter dari mulut laras. Kecepatan pada jarak dua meter dari mulut laras ini merupakan kecepatan impact pada jarak dua meter (V2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah isian propelan yang tepat untuk menghasilkan kecepatan proyektil sesuai dengan spesifikasi munisi kaliber 40x46 mm Non-lethal. Dari hasil yang diperoleh, diketahui bahwa pada rentang variasi dalam studi ini munisi dengan isian propelan yang paling sesuai adalah munisi variasi B dengan jumlah isian propelan 0,250 gram karena memiliki nilai rata-rata kecepatan proyektil paling mendekati terhadap nominal spesifikasi kecepatan proyektil munisi kaliber 40x46 mm Non-lethal sebesar 75 m/s.

The 40x46 mm Non-lethal ammunition is one of many types of ammunitions used in crowd control engagement. This type of ammunition use impact as a mean to subdue a target. The first usage of this type of ammunition was recorded around forty years ago in the UK. Defense industries in many countries develop their own non-lethal ammunition formulation. In order to strengthen the capability of Indonesian Defense Industry in fulfilling the needs of Indonesian Army and Police, it is currently developing 40x46 mm Non-lethal ammunition. In the development of non-lethal ammunition, one must consider the appropriate projectile velocity to ensure that the impact will sufficiently produce enough pain to immobilize the target without inflicting permanent injury. The projectile velocity is greatly affected by the amount of propellant charge assembled into the ammunition. Therefore, a study regarding the effect of propellant charge weight on projectile velocity is conducted experimentally. This study aims to obtain the value of propellant charge weight that is suitable in order to produce a non-lethal ammunition that complies with the product specification of 40x46 mm Non-lethal ammunition. The experiment uses several variations of propellant charge weight that are 0.200 gram, 0.250 gram and 0.300 gram. The desired output is the correct amount of propellant charge weight to produce projectile velocity in accordance with 40x46 mm non-lethal ammunition specification. This study concludes that the most compatible variation is Variation B ammunition with 0.250 grams of propellant charge weight considering that the projectile velocity of the samples are the closest to projectile velocity specification which is 75 m/s