Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Analisis Penerapan Maintenance Management Pada PT Pupuk Kujang Cikampek

Authors
  • Michael George May Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Josua Marganda Tua Samosir Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Hubert Yohanes Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Issue       Vol 6 No 1 (2023): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v6i1.1812
Keywords: FMEA OEE Produktivitas Productivity
Published 2023-10-20

Abstract

PT Pupuk Kujang Cikampek merupakan produsen pupuk yang terdiri unit amonia dan urea dengan bahan baku nitrogen, hidrogen, dan karbondioksida. Proses produksi yang digunakan berupa continuous production menuntut kegiatan maintenance bidang keandalan untuk mengembalikan fungsi mesin dengan menghitung produktivitas pelaksanaan turn around pada rentang waktu 18-25 bulan. Perbaikan pada sistem  CA-103-J pada plant amonia 1B memerlukan identifikasi pemeliharaan sebab akibat tiap equipment untuk dapat terhindar dari shutdown yang memberikan kerugian besar perusahaan. Perhitungan OEE digunakan mengukur tingkat ketersediaan dan keandalan pada efektivitas kegiatan produksi diperlukan untuk mencapai kriteria world class ideal. Penerapan maintenance menggunakan metode analisis produktivitas, analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) menghasilkan beberapa perbaikan pada proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat produktivitas Turn Around Plant 1B tahun 2012-2019 menurun pada durasi waktu dan biaya. Perbaikan perlu dilakukan sesuai condition base dan adanya control penyelesain pekerjaan menggunakan SAP dalam pengaadan material. Hasil analisis FMEA Equipment CA-103- JHP perlu dilakukan modifikasi vessel 109-DA/DB, yaitu dengan menambahkan wiremesh pada sekeliling castable. Perhitungan OEE pada bulan Januari, Februari, Maret, September, Oktober, November, dan Desember dikategorikan sebagai pretty good dapat ditingkatkan menjadi kategori world class dengan penentuan strategi maintenance yang baik untuk menghindari terjadinya shutdown.

 

PT Pupuk Kujang Cikampek is produces fertilizer consisting of ammonia and urea units with nitrogen, hydrogen and carbon dioxide as raw materials. The production process used is in the form of continuous production which demands field maintenance activities to restore machine function by calculating the productivity of the turn around implementation in a span of 18-25 months. Repairs to the CA-103-J system at the ammonia plant 1B require maintenance support due to the impact of each equipment to avoid shutdown which gives a big loss to the company. The OEE calculation uses the level of availability and relief on the effectiveness of production activities needed to achieve world class ideal criteria. Implementation of maintenance using productivity analysis methods, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) analysis, and Overall Equipment Effectiveness (OEE) analysis resulted in several improvements to the production process. The results showed that the productivity level of Turn Around Plant 1B in 2012-2019 decreased in terms of time duration and costs. Improvements need to be made according to the condition base and the control of completing work using SAP in material procurement. The results of the analysis of FMEA Equipment CA-103- JHP need to be modified to vessel 109-DA/DB, namely by adding wiremesh around the castable. OEE calculations in January, February, March, September, October, November and December are good enough to be upgraded to a world-class category with lots of good strategic maintenance to avoid shutdowns.