Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Analisis dan Usulan Perbaikan Lingkungan Kerja PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) dengan Konsep 5S

Authors
  • Nismah Panjaitan Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Jose Andre Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Hafidah Oktaviani Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Christopher Davin Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Rabeka Gracia Gurusinga Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Issue       Vol 5 No 2 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i2.1627
Keywords: Lingkungan kerja Seiri Seiton Seiso Seiketsu Shitsuke Work Environment
Published 2022-12-13

Abstract

Kinerja karyawan dalam perusahaan sangat dipengaruhi oleh lingkungan kerja perusahaan tersebut. Hal tersebut dikarenakan lingkungan kerja berubungan langsung dengan karyawan dan segala kegiatan didalamnya. Permasalahan yang terdapat PT. Perkebunan Nusantara IV adalah kurangnya kebersihan dan kurangnya kerapian pada area kerja. Untuk mengatasi permasalahan ini maka diterapkan metode 5S (seiri, seiton, seiketsu,shitsuke). Metode 5S bertujuan untuk mengeliminasi waste. Metode 5S merupakan metode yang mudah dan praktis untuk menanamkan budaya kualitas di tempat kerja. Dengan 5S akan relatif lebih mudah untuk dilakukan, dan membutuhkan sedikit sumberdaya tambahan. Tujuan penerapan metode ini adalah untuk mengetahui penyebab permasalahan tersebut terjadi dan solusi untuk memperbaikinya. Berdasarkan penerapan metode ini, maka didapatkan solusi berupa rekomendasi perbaikan pada kategori seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke. Rekomendasi perbaikan dilakukan pada stasiun perebusan, penyimpanan dan gudang, pemurnian, pengolahan biji dan boiler. Dilakukan rekapitulasi terhadap kuesioner 5S. Pada rekapitulasi seiri angka terendah terdapat pada stasiun perebusan dengan bobot 1,70. Pada rekapitulasi seiton angka terendah pada stasiun Gudang dan penyimpananan dengan bobot 1,75. Pada rekapitulasi seiso angka terendah pada stasiun pemurnian dengan bobot 1,40. Pada rekapitulasi seiketsu angka terendah pada stasiuhn pengolahan biji dengan bobot 1,85. Dan pada rekapitulasi shitsuke angka terendah pada stasiun boiler dengan bobot 1,85.

Employee performance in the company is strongly influenced by the company's work environment. This is because the work environment is directly related to employees and all activities in it. The problems that exist in PT. Perkebunan Nusantara IV is the lack of cleanliness and lack of tidiness in the work area. To overcome this problem, the 5S method is applied (seiri, seiton, seiketsu,shitsuke). The 5S method aims to eliminate waste. The 5S method is an easy and practical method to instill a culture of quality in the workplace. With 5S will be relatively easier to do, and requires a little extra resources. The purpose of applying this method is to find out the causes of these problems and solutions to fix them. Based on the application of this method, a solution is obtained in the form of recommendations for improvement in the categories of seiri, seiton, seiso, seiketsu and shitsuke. Recommendations for improvements are made to boiling stations, storage and warehouses, refining, seed processing and boilers. a recapitulation of the 5S questionnaire was carried out. In the recapitulation series, the lowest number is found in the boiling station with a weight of 1.7. In the seiton recapitulation the lowest number is at the Warehouse and storage station with a weight of 1.75. In the seiso recapitulation the lowest number is at the purification station with a weight of 1.4. In the seiketsu recapitulation the lowest number is at the seed processing station with a weight of 1.85. And in the shitsuke recapitulation the lowest number is at the boiler station with a weight of 1.85.