Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Diskusi Tentang Kearifan dalam Kajian Arsitektur Vernakular

Authors
  • Indah Widiastuti Kelompok Keahlian Sejarah, Teori, dan Kritik Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung, Ganeca 10, Bandungm Indonesia
Issue       Vol 5 No 1 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1535
Keywords: ilmu kearifan wisdom Sophia phronesis Mêtis arsitektur vernakular kebajikan intelektual
Published 2022-09-19

Abstract

Esai ini merupakan kertas kerja yang masih berproses untuk mencoba mendudukan konsep kearifan dalam keilmuan arsitektur vernakular, dididorong oleh fakta bahwa istilah “kearifan lokal" banyak digunakan dalam penulisan dan penelitian arsitektur vernakular, di Indonesia. Upaya untuk mencari landasan berpikir mengenai kearifan dilakukan dengan mendiskusikannya lewat prinsip kebajikan intelektual sophia,dan phronesis, dan konsep mêtis. Yang menjadi argumentasi utama dalam esai ini adalah bahwa kearifan memiliki perbedaan mendasar dari pengetahuan. Kearifan ada pada domain mental, sedangakan peengetahuan pada domain kognisi. Perbedaan ini menyebabkan kearifan memiliki cara khusus dalam proses pembelajarannua, yaitu pemahaman dan keteladanan. Arsitektur vernakular, menjadi konteks pembahasan karena kerapnya ia dibicarakan dalam konteks kearifan,  selain juga sifat-sifat non-formal yang melatari produksi karya dan ketrampilannya. Kearifan bukanlah obyek pengetahuan, namun ia bisa menjadi kualitas yang memandu bagaimana pengetahuan tentang arsitektur vernakular digali dan  dimanfaatkan.