Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Peningkatan Kualitas Hidup Perkotaan Melalui Perancangan Kawasan Pariwisata Terpadu Berkelanjutan

The Transfer Ride of Simalungun Folklore as Children's Reading Material

Authors
  • Ahmad D Nasution Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Dr. T. Mansur No. 9, Padang Bulan, Medan, Sumatra Utara, Indonesia
  • Mhd Anshori Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Dr. T. Mansur No. 9, Padang Bulan, Medan, Sumatra Utara, Indonesia
  • Nabila Chairani Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Dr. T. Mansur No. 9, Padang Bulan, Medan, Sumatra Utara, Indonesia
  • Khairiza Sakina Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Dr. T. Mansur No. 9, Padang Bulan, Medan, Sumatra Utara, Indonesia
  • Yuda AT Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Dr. T. Mansur No. 9, Padang Bulan, Medan, Sumatra Utara, Indonesia
Issue       Vol 5 No 1 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1523
Keywords: Kawasan wisata kualitas hidup urban design persepsi masyarakat
Published 2022-09-19

Abstract

Penetapan kebijakan suatu Kawasan kota yang dijadikan sebagai tujuan wisata, biasanya akan berdampak kepada peningkatan kualitas hidup masyarakat kawasan tersebut. Dari pengamatan awal, hal tersebut tidak terjadi pada masyarakat Danau Siombak tepatnya pada Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Sumatera Utara, Indonesia, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Untuk itu perlu diketahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap kondisi kualitas hidup eksisting di kawasan wisata danau Siombak dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap rencana pengembangan kawasan wisata tersebut. Pertanyaan diatas adalah dua hal mendasar yang akan diteliti dalam tulisan ini. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan metode campuran. Pengambilan data tentang persepsi kualitas hidup eksisting kemudian dilanjutkan dengan menanyakan persepsi masyarakat tentang hasil perencanaan penataaan kawasan wisata yang telah disiapkan oleh penulis. Data kuantatif berasal dari 100 responden yang tinggal di kawasan danau Siombak, dipilih menggunakan tabel penarikan sampel dengan tingkat presisi 90%. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan mengintrerpretasi hasil kuesioner yang diolah dengan deskriptif statistik. Dari hasil kuesioner dapat diketahui bahwa masyarakat merasa tidak puas terhadap faktor-faktor fisik kawasan wisata Danau Siombak, demikian juga ketidakpuasan terhadap kualitas hidup mereka dengan kondisi eksisting sekarang. Sebagian besar masyarakat menyatakan setuju terhadap rencana penataan kawasan wisata danau Siombak dan merasa perencanaan tersebut akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Sehingga dapat disimpulkan perancangan kawasan wisata   dalam skala Perancangan Urban dapat menjadi alat untuk merencanakan peningkatan kualitas hidup masyarakat.