Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Morfologi Kecamatan Medan Belawan Ditinjau Dari Pendekatan Ekologi

Authors
  • Rara Ayu Rati Kumala Dewi Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta, Padang 25133, Indonesia
Issue       Vol 5 No 1 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1507
Keywords: ekologi guna lahan kawasan pesisir struktur ruang coastal area ecology land use spatial structure
Published 2022-09-19

Abstract

Kecamatan Medan Belawan terletak 0-3 meter di atas permukaan laut dan merupakan kecamatan yang terletak di kawasan pesisir Kota Medan. Studi geografi menunjukkan bahwa kota tumbuh dan bergerak secara dinamis. Implikasi nyata dari pertumbuhan dan perkembangan kota yang bergerak dinamis tersebut secara fisik ditandai dengan kenampakan lahan melalui pola tata guna lahan, baik guna lahan pada kawasan urban, sub urban maupun pada lahan rural/perdesaan. Untuk itu perlu diketahui bagaimana pengaruh unsur alam dan lingkungan terhadap penggunaan tanah di Kecamatan Medan Belawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik pengumpulan data sekunder, yaitu data luas guna lahan, data karakteristik fisik, kondisi geografis kawasan dan peta kawasan studi. Teknik penyajian data yang digunakan adalah tahapan penilaian secara kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Dari data yang telah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk peta, diagram atau tetap dalam bentuk deskriptif. Kecamatan Medan Belawan pada awalnya memiliki pola sejajar (linear pattern) karena terletak pada kawasan di daerah pantai dan sungai yang diperkuat juga dengan adanya jalur trasnportasi yang menghubungkan Kota Medan dengan Kecamatan Medan Belawan. Akibat pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut dengan pesat menyebabkan terjadinya transformasi sosial akibat pertumbuhan industri tersebut, kemudian menyebabkan pola perkembangan di Kecamatan Medan Belawan menjadi pola menyebar (dispersed pattern). Ditinjau dari segi bentang alam dan lingkungan, perkembangan guna lahan di Kecamatan Medan Belawan lebih dominan dimulai dari sepanjang jalan utama.

Medan Belawan District is located 0-3 meters above sea level and is a sub-district located in the coastal area of ​​Medan City. Geographical studies show that cities grow and move dynamically. The real implication of the growth and development of a dynamic city is physically marked by the appearance of the land through land use patterns, both for land use in urban, sub-urban and rural / rural areas. For this reason, it is necessary to know how the influence of natural and environmental elements on land use in Medan Belawan District. Data collection techniques used by researchers are secondary data collection techniques, namely land use area data, physical characteristics data, geographical conditions of the area and a map of the study area. The data presentation technique used is the qualitative and quantitative assessment stages in accordance with the goals and objectives to be achieved. From the data that has been reduced then presented in the form of maps, diagrams or still in descriptive form. In the beginning, Medan Belawan District had a linear pattern because it was located in an area in the coastal area and rivers which was strengthened by the existence of a transportation route that connected Medan City with Medan Belawan District. As a result of the economic growth that continues at a fast pace, it causes social transformation due to industrial growth, which then causes the development pattern in Medan Belawan District to become a dispersed pattern. In terms of landscape and environment, land use development in Medan Belawan District is more dominant starting along the main road.