Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Penerapan Desain Inklusif Terhadap Perencanaan Pasar Tradisional Kota Tarutung

Authors
  • Christian Vaisal Josua Manurung Departemen Arsitektur, Fakulas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. T. Mansur No.9, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Mohammad Dolok Lubis Departemen Arsitektur, Fakulas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. T. Mansur No.9, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Issue       Vol 5 No 1 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1482
Keywords: Desain Inklusif Pasar Tradisional Kota Tarutung
Published 2022-08-15

Abstract

Saat ini pasar tradisional mulai tergeser oleh zaman modern. Alih alih menjadi tempat perbelanjaan yang sering dikunjungi dengan harga terjangkau, sekarang sudah mulai tergeser dengan adanya supermarket, mall, dan pusat perbelanjaan lainnya yang bersih, nyaman, tertata,dan mudah diakses oleh siapa saja termasuk penyandang disabilitas. hal ini tergambar jelas di pasar tradisional di kota tarutung yang tidak tertata dengan baik, tidak nyaman , kurangnya kebersihan, tidak aman dan tidak bisa diakses oleh difable. Kurang majunya taraf hidup masyarakat dan kurang tertatanya tempat tersebut mengakibatkan kekumuhan pasar yang terus meningkat. Harusnya area pasar tradisional direncanakan dengan baik agar semua orang dapat mengakses dengan mudah dan nyaman sehingga eksistensi pasar tradisioanal tetap tidak kalah saing dengan pusat perbelanjaan modern. Oleh sebab itu, peremajaan dan pengembangan kawasan akan dilakukan pada pasar tradisional di kota Tarutung melalui nilai dalam arsitektur dengan desain inklusif sebagai proses untuk menjadikan pasar tradisional sebagai ruang publik yang dapat digunakan siapa saja dan menjadi ruang yang serbaguna dan berintegrasi dengan lingkungan sehingga memberikan solusi akan tergesernya pasar tradisonal oleh jaman modern, lemahnya ekonomi masyarakat dan kurangnya ruang aman, nyaman dan mudah diakses oleh siapa saja. Sehingga nantinya mendukung segala aktifitas dan ekonomi masyarakat dengan perencanaan pasar tradisional yang baik.