Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Hubungan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Terhadap Perencanaan Pembangunan Kawasan Transit Oriented Development di Medan Labuhan

Authors
  • Ahmad D. Nasution Departemen Arsitektur, Fakulas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. T. Mansur No.9, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Asrilia Syahfira L Departemen Arsitektur, Fakulas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. T. Mansur No.9, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Halimatusyaddiah Departemen Arsitektur, Fakulas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. T. Mansur No.9, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Inayah Oktalia Departemen Arsitektur, Fakulas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. T. Mansur No.9, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Agus Indra Y Departemen Arsitektur, Fakulas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. T. Mansur No.9, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Monika Putri I L Departemen Arsitektur, Fakulas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Jl. Dr. T. Mansur No.9, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Issue       Vol 5 No 1 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1472
Keywords: transit oriented development quality of life infrastruktur infrastructure kesehatan mental mental health lingkungan fisik physical environment social sosial
Published 2022-08-15

Abstract

Medan Labuhan merupakan salah satu kecamatan di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia, dimana sesuai RTRW Kota Medan Tahun 2011- 2031, BAB IV, Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kota, Pasal 55 Ayat 6, kawasan stasiun Kereta Api Medan Labuhan telah ditetapkan sebagai Kawasan“Transit Oriented Development (TOD). Konsep TOD merupakan konsep pembangunan kota yang” kompak untuk menciptakan pelayanan yang berbasis kemudahan dan kedekatan antara titik asal dan tujuan dengan tersedianya jaringan transportasi massal yang terus terhubung sehingga menciptakan kota tanpa meluaskan perkembangannya ke pinggin kota (urban sprawl). Setelah 9 tahun penetapan kawasan tersebut sebagai TOD, dari pengamatan lapangan yang dilakukan tidak terdapat perkembangan pembangunan yang berarti. Untuk itu, perlu diketahui apa penyebabnya melalui kajian persepsi masyarakat terhadap kawasan yang telah ditetapkan sebagai TOD dan persepsi terhadap kualitas hidup mereka. Serta bagaimana persepsi mereka terhadap Perencanaan Kawasan TOD yang telah disiapkan oleh penulis. Adapun indikator yang akan diteliti adalah infrastruktur, kesehatan mental, fisik, dan lingkungan, serta perekonomian. Responden merupakan 100 masyarakat acak yang berdomisili di sekitar Stasiun Labuhan.

Medan Labuhan is one of the sub-districts in Medan City, North Sumatra, Indonesia, where according to the RTRW for Medan City 2011-2031, CHAPTER IV, Directions for Urban Space Utilization, Article 55 Paragraph 6, the Medan Labuhan Railway station area has been designated as a Transit area. Oriented Development (TOD). The TOD concept is a compact city development concept to create services based on convenience and proximity between points of origin and destination with the availability of a mass transportation network that is continuously connected to create a city without expanding its development to the suburbs (urban sprawl). After 9 years of designation of the area as TOD, from field observations made there was no significant development progress. For this reason, it is necessary to know what the causes are through a study of people's perceptions of the areas that have been designated as TOD and their perceptions of the quality of their lives. As well as their perceptions of the TOD Area Planning that has been prepared by the author. The indicators to be studied are infrastructure, mental health, physical and environmental, as well as the economy. Respondents are 100 random people who live around Labuhan Station.