Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Perancangan Pusat Informasi Pariwisata Danau Toba di Ambarita, Kabupaten Samosir

Authors
  • Yosafat F Hasibuan Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • B O Y Marpaung Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Issue       Vol 5 No 1 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1447
Keywords: danau toba neo vernakular pariwisata pusat informasi pariwisata toba lake neo vernacular tourism tourist information center
Published 2022-08-15

Abstract

Pariwisata memiliki peran sebagai sektor yang diandalkan negara Indonesia dalam menambah pendapatan negara. Tercatat bahwa pendapatan negara Indonesia melalui sektor pariwisata mencapai 16 USD pada tahun 2018. Maka dari itu pengembangan sektor pariwisata mempunyai peranan penting dalam roda perekonomian Indonesia. Salah satu objek pariwisata yang terkenal dari Indonesia adalah Danau Toba. Sejak lima tahun terakhir jumlah kunjungan wisatawan ke Danau Toba masih rendah. Dalam hal ini perlu dilakukan pengembangan pada kawasan pariwisata Danau Toba agar dapat mendukung dan menambah pendapatan negara yang juga berdampak pada kesehjateraan masyarakat. Hal tersebut terjadi karena promosi dan penyediaan informasi kawasan pariwisata Danau Toba masih belum maksimal. Salah satu solusi dalam permasalah tersebut adalah menyediakan sebuah Pusat Informasi Pariwisata. Pusat Informasi Pariwisata nantinya akan berfungsi sebagai media promosi dan memberikan informasi kawasan pariwisata kepada wisatawan yang berkunjung. Dengan memaksimalkan promosi dan penyediaan informasi bagi pengunjung, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Danau Toba. Dalam perancangan Pusat Informasi Pariwisata Danau Toba diperlukan pendekatan yang sesuai dan mampu menjawab permasalahan melalui sebuah desain. Pendekatan Neo Vernacular merupakan pendekatan yang sesuai dan mampu mengangkat nilai-nilai lokalitas dari daerah wisata Danau Toba. Melalui desain yang dikembangkan, Pusat Informasi Pariwisata diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan jumlah kunjungan dan juga meningkatkan perekonomian daerah dan tidak lupa mengangkat kearifan lokal daerah Danau Toba.

Tourist industry is indeed one of the industries on which Indonesia relies to increase governmental income. It was noted that Indonesia's state revenue through the tourism sector reached USD 16 in 2018. Therefore, the growth of the tourist industry has a significant influence in the wheels of the Indonesian economy. One of the famous tourism objects from Indonesia is Lake Toba. Since the last five years, the number of tourist visits to Lake Toba is still low. In this situation, it is necessary to promote the Lake Toba tourism area so that it can support and increase state income which also has an effect on community’s health. This happens because the promotion and provision of information on the Lake Toba tourism area is still not optimal. One solution to this problem is to provide a Tourism Information Center. The Tourism Information Center will later function as a promotional medium and provide information on tourism areas to visiting tourists. By maximizing promotion and providing information for visitors, it is hoped that it can increase the number of tourist visits to Lake Toba. In designing the Lake Toba Tourism Information Center, an appropriate approach is needed and is able to answer problems through a design. The Neo Vernacular approach is an appropriate approach and is able to raise the values of the locality of the Lake Toba tourist area. Through the design developed, the Tourism Information Center is expected to contribute in increasing the number of visits and also improving the regional economy and not forgetting to raise the local wisdom of the Lake Toba area.