Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Masalah Dan Implikasi Pariwisata Musiman Di KecamatanPangururan, Kabupaten Samosir Indonesia

Authors
  • Abi Bhisry Siregar Ikatan Arsitektur Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Jl. Sei Padang No. 78 Medan, 20153 Indonesia
Issue       Vol 5 No 1 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1446
Keywords: kecamatan panguruan kabupaten samosir objek wisata pariwisata musiman
Published 2022-08-15

Abstract

Indonesia memiliki ragam suku dan budaya yang tidak lepas dari keindahan alam yang menjadi tujuan wisata keindahan Danau Toba di Sumatera Utara. Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir merupakan salah satu titik prioritas wisatawan karena Kecamatan Pangururan merupakan Ibukota Kabupaten Samosir sehingga dampak pengaruh destinasi wisata menjadi kawasan strategis untuk pariwisata nasional maupun internasional. Rasa lelah seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari menjadikan travelling salah satu solusi untuk menenangkan pikiran setelah menghadapi kesibukan seseorang. Pariwisata memiliki kategori sesuai dengan kondisi, salah satunya adalah pariwisata. Pariwisata diartikan sebagai bentuk kunjungan wisatawan yang berkelanjutan, dalam arti menarik wisatawan lokal maupun non lokal dengan kondisi destinasi wisata yang dilengkapi dengan keindahan alam Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Pariwisata yang terjadi dengan kunjungan wisatawan berdasarkan musim liburan dan pada hari biasa pada hari biasa kunjungan wisatawan mengalami peningkatan pada saat hari liburdengan jumlah yang tinggi dibandingkan hari biasa. Pengelola pariwisata tetap memberikan pelayanan terbaik agar wisatawan tidak sekedar minum. Dalam hal ini pariwisata menunjukkan kondisi wisatawan yang berkunjung pada musim liburan sehingga mendapat respon agar perbaikan manajemen pariwisata semakin baik, hal ini dibuktikan dengan menunjukkan hasil observasi lapangan. Berkaitan dengan pariwisata menunjukkan bahwa hasil diolah berdasarkan pendapat masyarakat baik sebagai pengunjung maupun masyarakat setempat.