Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Dynivitas Arsitektur 72 Stupa Borobudur Dalam Refleksivitas Interferensi Kuantum Sesuai Konstanta Hahslm 472319 Dengan Ekonomi Covid-19

Authors
  • RM Aziz UIN Jakarta
Issue       Vol 5 No 1 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1439
Keywords: stupa 72 arsitektur borobudur architecture hahslm 472319
Published 2022-08-15

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dynivitas bangun arsitektur dari tujuh puluh dua (72) stupa Borobudur yang merupakan refleksivitas dari pola fisika kuantum interferensi berdasarkan pendekatan konstanta Hahslm 472319 dalam era ekonomi Coivd-19. Batasan jumlah 72 stupa yang terbangun menyimpan makna yang bersifat fenomenal dan mutlak. Fisika modern dibatasi mulai dari pola interferensi gelombang. Obyek riset ini adalah stupa Borobudur, interferensi gelombang dan rumus Hahslm 472319. Metodologi yang digunakan adalah dynivitas, refleksivitas dan similaritas. Metode yang dipakai adalah persamaan Hahslm 472319 yang merujuk pada QS. Al-Hijr [15]:87. Hasil yang diperoleh adalah bangunan candi bersejarah yang terbesar di dunia yaitu Borobudur memiliki 72 stupa mengacu pada kejadian fenomenal dengan mutlak dan diferensiatif. Fisika modern adalah fenomenal dalam realitas kuantum dengan interferensi gelombangnya. Similaritas terdapat pada makna 7 gelombang dan 2 celah pada proses fisika interferensi, kemudian terefleksikan dalam kode 72 stupa yang terbangun tersebut. Simpulan riset adalah 72 stupa Borobudur merupakan refleksivitas interferensi bagian dari konstanta Hahslm 472319 di era ekonomi Covid-19 ini.

The purpose of this study was to analyze the architectural dyntivity of seventy-two (72) Borobudur stupas which is a reflexivity of interference quantum physics patterns based on the Hahslm constant 472319 approach in the Coivd-19 economic era. The limit on the number of 72 built stupas has a phenomenal and absolute meaning. Modern physics is limited from the wave interference pattern. The object of this research is the Borobudur stupa, wave interference and the Hahslm 472319 formula. The methodology used is the diversity, reflexivity and similarity. The method used is the Hahslm 472319 equation which refers to QS. Al-Hijr [15]: 87. The result obtained is that the largest historical temple building in the world, namely Borobudur has 72 stupas, referring to phenomenal events with absolute and differentiation. Modern physics is phenomenal in quantum reality with its wave interference. Similarity is found in the meaning of 7 waves and 2 gaps in the physics process of interference, then it is reflected in the code of the 72 stupas that are built. The conclusion of the research is that 72 Borobudur stupas are a reflection of the interference part of the Hahslm 472319 constant in the Covid-19 economic era.