Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Konsep Rusunawa dengan Pendekatan Arsitektur Hemat Energi (Studi Kasus: Rusunami Tegal dan Rusunawa Jatinegara Barat)

Authors
  • Rifdah Fadhilah Pasaribu Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara
  • Hilma Tamiami Fachrudin Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara
Issue       Vol 5 No 1 (2022): Talenta Conference Series: Energy and Engineering (EE)
Section       Articles
Galley      
DOI: https://doi.org/10.32734/ee.v5i1.1437
Keywords: hemat energi rancangan pasif rumah susun energy saving flats passive design
Published 2022-08-15

Abstract

Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) merupakan usaha pemerintah untuk mengurangi tingkat permukiman kumuh di kota-kota besar serta menyejahterakan masyarakat. Rusunawa ini diharap dapat menjadi kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan kecil sehingga dapat mengurangi kemiskinan kota. Untuk menampung masyarakat yang cukup banyak, konsep hemat energi perlu diterapkan pada bangunan rusunawa untuk meminimalisir penggunaan energi. Selain untuk mengurangi biaya pemeliharaan bangunan yang mungkin berdampak pada biaya sewa, tetapi juga dapat menciptakan kenyamanan bagi penghuni. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan konsep hemat energi pada bangunan rusunawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan membandingkan dua rusun berkonsep hemat energi yaitu Rusunami Tegal dan Rusunawa Jatinegara Barat. Hasil dari studi kasus yang dibandingkan pada penelitian ini, yaitu Rusunami Tegal dan Rusunawa Jatinegara Barat, diketahui bahwa rancangan aktif dan pasif diperlukan untuk menerapkan konsep hemat energi. Pada kedua bangunan rusun yang dikaji dalam penelitian ini hanya menerapkan rancangan pasif pada desain bangunannya.

Rumah Susun sederhana sewa (rusunawa) are a government effort to reduce the level of slum settlements in big cities as well as improve the welfare of the community. Rusunawa is expected to be a convenience for people with low income so that it can reduce urban poverty. In order to accommodate a large number of people, the concept of energy-saving needs to be applied to the flat to minimize energy use. In addition to reducing building maintenance costs which may have an impact on rental costs, it can also create comfort for residents. The purpose of this study was to analyze the application of the concept of energy-saving in flat buildings. The method used in this study is a qualitative method of comparing two energy-saving concept flats, namely Rusunami Tegal and Rusunawa Jatinegara Barat. The results of the case studies that were compared in this research, namely Rusunami Tegal and Rusunawa Jatinegara Barat, note that active and passive designs are needed to apply the concept of energy saving. In the two flat buildings studied in this study, only a passive design was applied to the building design.